Kesigapan Guru dan Polisi Cegah Kepanikan Usai Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Indonesiaku.co – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat terhenti setelah pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada Senin pagi. Ancaman tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengamanan dan penyisiran oleh aparat kepolisian.

Informasi mengenai ancaman diterima saat seluruh warga sekolah sedang melaksanakan upacara pembukaan MPLS. Pesan tersebut dikirim kepada seorang pegawai tata usaha dan guru kelas 1 dengan isi yang menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah.

Mendapat informasi tersebut, pihak sekolah tidak mengambil tindakan sendiri. Guru segera melaporkan kejadian kepada ketua RT dan Kepolisian Sektor Jagakarsa untuk memperoleh petunjuk mengenai langkah yang harus dilakukan.

Baca Juga:  Jaksa KPK Ungkap Aliran Rp568 Juta dalam Perkara Dugaan Pemerasan THR Bupati Cilacap Nonaktif

Sambil menunggu kedatangan aparat, siswa tetap diarahkan berada di lapangan sekolah. Langkah ini dilakukan sesuai arahan kepolisian agar seluruh warga sekolah tetap berada di area terbuka dan tidak memasuki ruang kelas yang belum diperiksa.

Setelah situasi terkendali, sekolah mulai mengatur pemulangan siswa secara bertahap. Guru dan tenaga kependidikan juga diminta keluar dari lingkungan sekolah guna memberikan ruang kepada aparat dalam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Kepolisian menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu kegiatan upacara masih berlangsung sehingga petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Korps Brimob bersama personel Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk menyisir setiap bagian bangunan sekolah. Pemeriksaan dilakukan secara teliti terhadap ruang kelas, kantor, hingga area lain yang dianggap berpotensi menjadi lokasi penyimpanan benda mencurigakan.

Baca Juga:  Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan Usai Dugaan Teror Bom

Selain kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta turut bersiaga di sekitar lokasi sebagai bagian dari dukungan pengamanan apabila dibutuhkan tindakan darurat.

Proses penyisiran dilakukan secara menyeluruh mengingat isi pesan ancaman menyebut adanya bom di beberapa titik sekaligus. Aparat memastikan setiap sudut bangunan diperiksa sesuai prosedur penanganan ancaman bahan peledak.

Di sisi lain, pihak sekolah berupaya menjaga ketenangan para siswa selama proses evakuasi berlangsung. Guru diminta tetap memberikan pendampingan agar anak-anak tidak panik menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Respons cepat dari guru yang segera melapor kepada aparat dinilai membantu mempercepat penanganan sehingga proses pengamanan dapat dilakukan sejak dini.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Memasuki Babak Baru, Penyidik Sita Aset Senilai Rp476 Miliar

Hingga penyisiran selesai dilakukan, aparat keamanan masih mendalami asal-usul pesan ancaman tersebut. Penyelidikan diarahkan untuk mengidentifikasi pengirim pesan WhatsApp sekaligus memastikan apakah ancaman tersebut memiliki dasar yang nyata atau merupakan bentuk teror yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *