Gempa Sigi Magnitudo 4,9 Terjadi pada Dini Hari, BMKG Belum Temukan Laporan Kerusakan

Indonesiaku.co –  Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 pada Sabtu dini hari.

Gempa yang terjadi ketika sebagian masyarakat masih beristirahat tersebut turut dirasakan hingga Kota Palu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di wilayah daratan sekitar empat kilometer timur laut Kamarora, Kabupaten Sigi.

Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 03.08 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A.

Berdasarkan hasil analisis parameter terbaru, pusat gempa berada pada koordinat 1,17 derajat Lintang Selatan dan 120,16 derajat Bujur Timur.

Kedalaman hiposenter gempa tercatat sekitar 10 kilometer.

Baca Juga:  325.000 Orang Terdampak Gempa Kolombia, Bantuan Kemanusiaan Terus Bertambah

Dengan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.

Guncangan yang ditimbulkan dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kabupaten Sigi.

Sementara itu, Kota Palu mengalami getaran dengan intensitas III MMI.

Pada skala III MMI, getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah.

Benda-benda ringan yang digantung juga dapat bergoyang dan getaran terasa seperti ada truk yang sedang melintas.

Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Sigi merasakan guncangan yang lebih kuat dibandingkan masyarakat di Kota Palu.

Meskipun gempa dirasakan di beberapa wilayah, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan.

Informasi tersebut disampaikan Djati berdasarkan perkembangan pemantauan setelah kejadian gempa.

Baca Juga:  Hujan Deras Picu Banjir di Aceh Barat, Jembatan Gantung Kajeung–Tungkop Kembali Terputus

Selain tidak adanya laporan kerusakan, BMKG juga belum menemukan kejadian gempa bumi susulan atau aftershock.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa belum terdeteksi aktivitas gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 4,9 tersebut.

Kondisi ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang sempat merasakan guncangan pada dini hari.

Meski demikian, tidak adanya laporan kerusakan bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan kewaspadaan.

Warga tetap perlu memperhatikan kondisi rumah dan bangunan setelah terjadinya gempa.

Apabila ditemukan retakan atau bagian bangunan yang mengalami perubahan kondisi, masyarakat perlu berhati-hati ketika berada di sekitarnya.

Informasi mengenai aktivitas gempa juga sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Baca Juga:  622 Hotspot Kategori Sedang Terdeteksi di Kalsel, Risiko Karhutla Masih Tinggi

Pemahaman mengenai karakteristik gempa dan kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana alam.

Melalui pemantauan yang terus dilakukan, informasi mengenai perkembangan aktivitas tektonik di wilayah Sigi dan sekitarnya dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih akurat.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *