Indonesiaku.co – Kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengakibatkan tiga prajurit meninggal dunia.
Insiden tersebut terjadi ketika helikopter sedang menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Tiga prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sementara itu, lima kru lainnya berhasil selamat setelah mengalami kecelakaan tersebut.
Mereka terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.
Setelah kecelakaan terjadi, TNI AD langsung mengerahkan personel untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap seluruh kru.
Operasi penyelamatan tersebut dilakukan melalui jalur udara dengan prioritas memberikan pertolongan secepat mungkin kepada personel yang berada di dalam helikopter.
Proses pencarian dan evakuasi kemudian melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi.
Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Salah satu korban yang terakhir berhasil ditemukan adalah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Jenazahnya ditemukan di dalam bangkai helikopter yang berada di dasar perairan Desa Pematang Limau atau Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir.
Tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi pada Jumat setelah menemukan posisi bangkai helikopter.
Proses pengangkatan korban membutuhkan upaya khusus karena badan pesawat berada di dasar perairan.
Tim gabungan kemudian menggunakan kapal tugboat untuk menarik dan membalikkan posisi bangkai helikopter.
Langkah tersebut dilakukan agar penyelam dapat menjangkau bagian dalam badan pesawat.
Setelah posisi helikopter berhasil diubah, tim penyelam melanjutkan proses evakuasi hingga jenazah berhasil dikeluarkan.
Jenazah Heri Prasetyo kemudian dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung.
Selanjutnya, jenazah diantar ke RSUD Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan berhasil dievakuasinya jenazah tersebut, seluruh korban meninggal dunia dalam kecelakaan MI-17V5 telah ditemukan dan dievakuasi.
Adapun kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pada Rabu, 4 November, sekitar pukul 09.55 WIB.
Penerbangan tersebut dilakukan untuk mendukung tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Ketika menjalankan misi pengambilan air untuk operasi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami kendala saat terbang.
Gangguan tersebut menyebabkan pesawat jatuh ke perairan.
Peristiwa ini menjadi duka bagi jajaran TNI AD, terutama setelah tiga personelnya gugur ketika menjalankan tugas penanganan karhutla.***