Status Semeru Masih Siaga, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 13 Kilometer dari Puncak

Indonesiaku.co – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berada pada Status Level III atau Siaga setelah kembali mengalami erupsi pada Jumat sore.

Aktivitas vulkanik tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur hingga beberapa kilometer ke arah tenggara.

Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah disampaikan petugas pengamatan.

Salah satu aturan utama adalah larangan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi terdampak langsung oleh awan panas guguran.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang tepi sungai Besuk Kobokan.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 0825/09 Tegaldlimo, bersama Tiga Pilar dan Warga Kendalrejo Bahu-Membahu Bersihkan Sungai Paluagung

Larangan tersebut berlaku dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau kawasan sempadan sungai.

Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain sektor tenggara, masyarakat juga dilarang mendekati kawah atau puncak Gunung Semeru dalam radius 5 kilometer.

Pembatasan tersebut diberlakukan karena kawasan sekitar kawah memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar.

Rekomendasi keselamatan itu disampaikan menyusul aktivitas erupsi yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan.

Erupsi pertama tercatat pada pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju arah tenggara dan selatan, Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 744 detik.

Baca Juga:  Alwi Farhan Akui Puritat Arree Tak Mudah Dikalahkan Meski Menang Dua Gim Langsung

Awan panas guguran juga meluncur sejauh sekitar 5 kilometer menuju tenggara atau kawasan Curah Kobokan, Selanjutnya erupsi kedua terjadi pada pukul 16.57 WIB.

Tinggi kolom letusan kedua teramati sekitar 500 meter di atas puncak dengan kolom abu berwarna kelabu dan intensitas tebal.

Arah sebaran abu terpantau condong ke tenggara.

Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi sekitar 5 menit 48 detik.

Awan panas pada erupsi kedua tersebut meluncur sejauh sekitar 4 kilometer dari kawah ke arah tenggara.

Selain memperhatikan zona larangan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan lahar.

Agastya menyebut beberapa aliran sungai yang harus diwaspadai karena berhulu di puncak Gunung Semeru.

Baca Juga:  Dari 246,18 Hektare Kini Jadi 341,5 Hektare, Begini Perjalanan Pertumbuhan Anak Krakatau

Aliran tersebut meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Masyarakat juga perlu memperhatikan sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Peringatan tersebut penting karena aliran lahar dapat mengikuti jalur sungai dan berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Dengan status Siaga yang masih berlaku, masyarakat diharapkan tidak mendekati zona berbahaya meskipun kondisi di sekitar tempat tinggal terlihat aman.

Kepatuhan terhadap rekomendasi petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *