Indonesiaku.co – Penerbangan Aer Lingus dengan rute Dublin menuju Roma mengalami pengalihan perjalanan setelah muncul laporan ancaman bom pada Kamis.
Pesawat yang membawa 151 penumpang tersebut tidak melanjutkan perjalanan menuju tujuan awalnya, melainkan diarahkan untuk mendarat di Pangkalan Udara Evreux, Prancis utara.
Dalam perjalanan menuju lokasi pendaratan, pesawat mendapat pengawalan dari jet tempur Angkatan Udara Prancis.
Pengalihan tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan setelah adanya ancaman mengenai kemungkinan keberadaan bahan peledak di dalam pesawat.
Situasi itu membuat para penumpang mengalami pengalaman yang tidak biasa selama penerbangan.
Nicola Timpone, salah seorang penumpang sekaligus Direktur Jenderal Badan GAL, menceritakan bahwa penumpang pada awalnya hanya diberi tahu mengenai adanya masalah teknis.
Menurutnya, awak penerbangan menyampaikan bahwa pesawat harus mendarat di sebuah bandara di Prancis.
Namun, situasi mulai terasa janggal ketika para penumpang melihat jet tempur berada di sisi pesawat dan melakukan pengawalan.
“Kami melihat pesawat tempur mengawal di sisi pesawat, dan mulai dari situ kami merasa ada sesuatu yang janggal,” kata Timpone.
Setelah pesawat mendarat di pangkalan militer, penumpang melihat sejumlah kendaraan dan petugas telah bersiaga di sekitar lokasi.
Petugas pemadam kebakaran, polisi, serta sejumlah ambulans terlihat berada di area pendaratan.
Kehadiran aparat tersebut semakin menunjukkan bahwa pendaratan pesawat berkaitan dengan situasi keamanan yang sedang ditangani.
Timpone menjelaskan bahwa aparat kemudian mengarahkan pesawat menuju landasan kedua.
Petugas meminta pesawat berhenti di lokasi tersebut sementara seluruh penumpang masih berada di dalam kabin.
Para penumpang pun menunggu sambil berusaha memahami alasan sebenarnya di balik pengalihan penerbangan.
Insiden yang dialami Aer Lingus bukan satu-satunya gangguan penerbangan akibat ancaman bom di wilayah Eropa pada hari yang sama.
Penerbangan Finnair dari Helsinki menuju Roma juga menerima laporan ancaman serupa sehingga mendapat pengawalan jet tempur Italia.
Sementara itu, penerbangan Wizz Air dengan nomor W4 6387 yang berangkat dari Bandara Malpensa di Milan menuju Warsawa dialihkan ke Wina.
Dua penerbangan lain, yakni Aegean dari Thessaloniki dan Ryanair dari Porto, juga mendapat ancaman ketika tiba di Bandara Malpensa.
Kedua pesawat tersebut tetap mendarat sesuai jadwal sebelum menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman bom telah menjadi persoalan keamanan yang memengaruhi sejumlah penerbangan di Eropa.
Berdasarkan informasi penyelidikan, ancaman terhadap penerbangan Helsinki-Roma dan Dublin-Roma diketahui melalui surel anonim berbahasa Italia yang dikirimkan kepada perusahaan pengelola Bandara Fiumicino serta pihak lain di bandara Roma.***