Indonesiaku.co – Super League 2026/2027 resmi memasuki babak baru dengan kembalinya suporter tim tamu ke stadion.
Momentum tersebut terlihat dalam pertandingan pembuka antara Bali United dan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat.
Laga tersebut tidak hanya menjadi pertandingan pertama musim baru, tetapi juga menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya suporter tamu kembali memperoleh akses untuk menghadiri pertandingan setelah empat tahun sebelumnya dilarang hadir.
Kembalinya suporter tandang membuat penyelenggaraan pertandingan membutuhkan komitmen bersama. Perwakilan suporter dari 18 klub peserta Super League 2026/2027 pun menyampaikan deklarasi untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas sepanjang kompetisi.
Dalam deklarasi bersama tersebut, para perwakilan suporter menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran dan keamanan setiap pertandingan. Mereka juga menempatkan sportivitas sebagai salah satu prinsip utama dalam memberikan dukungan kepada klub.
Para pendukung klub sepakat untuk menjaga suasana pertandingan tetap kondusif. Tindakan anarkisme dan kekerasan dinyatakan tidak boleh menjadi bagian dari dukungan terhadap tim.
Komitmen lainnya adalah menolak rasisme serta segala bentuk tindakan yang membawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga stadion sebagai tempat yang aman bagi seluruh penonton.
Selain menjaga ketertiban, suporter juga berjanji menaati aturan yang berlaku. Khusus bagi pendukung yang melakukan perjalanan tandang, mereka didorong untuk tetap menunjukkan perilaku positif dan menghormati suporter tuan rumah.
Rivalitas antarklub dalam sepak bola merupakan bagian dari kompetisi. Namun, persaingan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi konflik di luar lapangan. Karena itu, sikap ksatria dan sportif menjadi bagian dari pesan utama yang disampaikan dalam deklarasi.
Pembukaan Super League 2026/2027 mempertemukan Bali United sebagai tuan rumah dengan PSS Sleman yang kembali promosi ke kasta teratas. Pertandingan tersebut menjadi perhatian karena mempertemukan dua kelompok suporter dalam situasi baru setelah kebijakan kehadiran pendukung tandang kembali diterapkan.
Manajemen Bali United memastikan pertandingan pembuka berlangsung dengan stadion penuh penonton. Sekitar 15 ribu orang diperkirakan hadir, terdiri atas suporter Bali United dan pendukung PSS Sleman.
Kehadiran ribuan penonton tersebut juga diiringi rangkaian hiburan sebelum pertandingan. Musik dan pesta kembang api turut mewarnai suasana pembukaan kompetisi.
Super League musim 2026/2027 diikuti 18 klub. Selain Bali United dan PSS Sleman, terdapat Arema, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Bhayangkara Presisi Lampung, Borneo FC, Dewa United Banten, Garudayaksa, Isen Mulang, Java United, Persik Kediri, Madura United, Persijap Jepara, Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, serta PSM Makassar.
Dengan jumlah peserta tersebut, kompetisi akan menghadirkan banyak pertandingan yang melibatkan perjalanan suporter antarkota. Kondisi ini membuat penerapan komitmen keamanan menjadi penting sejak pertandingan pertama.
Deklarasi yang dilakukan 18 perwakilan suporter menjadi simbol kesepakatan bahwa dukungan terhadap klub harus tetap berada dalam koridor aturan. Kembalinya suporter tandang diharapkan menjadi awal dari budaya baru dalam sepak bola nasional, yakni rivalitas yang tetap panas di lapangan tetapi berlangsung damai di luar pertandingan.***