Indonesiaku.co – Kinkaku-ji merupakan salah satu destinasi bersejarah yang tidak dapat dipisahkan dari identitas Kota Kyoto. Kuil ini dikenal luas sebagai Golden Pavilion karena paviliun utamanya memiliki lapisan daun emas yang membuatnya tampil mencolok ketika dilihat dari kawasan taman dan kolam.
Meskipun dikenal sebagai Kinkaku-ji, nama resmi kuil tersebut adalah Rokuon-ji. Kuil ini merupakan bagian dari aliran Zen Rinzai dan termasuk kuil cabang Shokoku-ji. Paviliun emas yang menjadi ikon kawasan sebenarnya merupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan relik Buddha.
Sejarah Kinkaku-ji dimulai pada akhir abad ke-14. Ashikaga Yoshimitsu, shogun ketiga Keshogunan Ashikaga, mengambil alih kawasan tersebut dan membangun kediamannya yang dikenal sebagai Kitayamadono pada 1397.
Kompleks kediaman tersebut dirancang dengan taman dan arsitektur yang menggambarkan konsep keindahan serta kemegahan. Setelah Yoshimitsu meninggal, kawasan itu kemudian diubah menjadi kuil Zen sesuai dengan keinginannya.
Paviliun Kinkaku menjadi pusat perhatian kompleks. Bangunan tiga tingkat tersebut memiliki karakter arsitektur yang berbeda pada setiap bagiannya. Dua lantai teratas dilapisi daun emas yang menjadi ciri utama Golden Pavilion.
Salah satu pemandangan paling terkenal dapat ditemukan di Kyoko-chi atau Mirror Pond. Kolam tersebut berada di depan Kinkaku dan memiliki sejumlah pulau kecil. Posisi paviliun dan kolam menciptakan komposisi pemandangan yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Namun, sejarah Kinkaku-ji tidak selalu berjalan tanpa masalah. Pada 1950, bangunan utama terbakar. Kinkaku kemudian dibangun kembali dan selesai pada 1955. Bangunan yang dapat disaksikan wisatawan saat ini merupakan hasil pembangunan kembali tersebut.
Kinkaku-ji kemudian mendapatkan pengakuan internasional. Pada Desember 1994, kawasan ini ditetapkan sebagai bagian dari “Historic Monuments of Ancient Kyoto” dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Daya tarik wisata Kinkaku-ji tidak berhenti pada paviliun emas. Area taman menjadi bagian penting dari kunjungan. Wisatawan dapat melihat berbagai elemen lanskap tradisional, termasuk kolam, pepohonan, serta rumah teh Sekka-tei.
Taman Kinkaku-ji juga memberikan pengalaman berbeda berdasarkan musim. Perubahan warna dan kondisi vegetasi membuat suasana kawasan dapat terlihat berbeda sepanjang tahun. Pemandangan paviliun dengan latar musim dingin, misalnya, menjadi salah satu panorama yang menarik perhatian wisatawan.
Untuk wisatawan yang ingin berkunjung, Kinkaku-ji berada di 1 Kinkakuji-cho, Kita-ku, Kyoto. Transportasi bus kota dapat digunakan dengan turun di halte Kinkakuji-michi.
Jam kunjungan resmi saat ini adalah pukul 09.00 sampai 17.00 dan kuil buka sepanjang tahun. Pengelola juga mengingatkan bahwa jam tersebut dapat berubah untuk kegiatan khusus.
Kinkaku-ji menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Jepang sekaligus menikmati keindahan arsitektur dan taman tradisional. Perpaduan sejarah panjang, Golden Pavilion, Mirror Pond, dan lanskap khas Kyoto membuat destinasi ini tetap menjadi salah satu tujuan utama ketika berkunjung ke Jepang.***