Indonesiaku.co – Polemik mengenai kepemimpinan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kembali menjadi perhatian publik setelah legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, secara terbuka meminta Presiden FIFA Gianni Infantino mengundurkan diri dari jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X milik Figo dan menjadi salah satu kritik paling keras yang ditujukan kepada pimpinan organisasi sepak bola dunia itu.
Dalam pernyataannya, Figo menyebut dirinya bergabung bersama sejumlah pihak dari komunitas sepak bola internasional yang menilai sudah saatnya terjadi perubahan kepemimpinan di FIFA. Menurut mantan gelandang Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan tersebut, Gianni Infantino telah gagal menjaga kehormatan jabatan Presiden FIFA yang sebelumnya dijanjikan akan dibawa menuju tata kelola yang lebih baik.
Figo menilai selama memimpin FIFA, Infantino justru melakukan berbagai tindakan yang dianggap merusak kepercayaan terhadap organisasi tersebut. Ia menuduh Presiden FIFA telah melakukan kebohongan, tipu daya, serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan sepak bola secara keseluruhan.
Menurut Figo, seorang Presiden FIFA seharusnya bekerja untuk mengembangkan olahraga yang dicintai miliaran orang di seluruh dunia. Karena itu, ia menilai setiap kebijakan yang diambil seharusnya berorientasi pada kemajuan sepak bola, bukan pada kepentingan individu maupun keuntungan tertentu.
Selain mengkritik kebijakan dan gaya kepemimpinan Infantino, Figo juga menyebut bahwa Presiden FIFA kini kehilangan dukungan dari banyak pihak di lingkungan organisasi. Ia mengatakan sejumlah staf senior, penasihat terdekat, hingga berbagai tokoh yang selama ini mengabdikan diri di dunia sepak bola tidak lagi memberikan dukungan kepada kepemimpinan Infantino.
Figo bahkan menyatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan semakin berkurangnya kepercayaan terhadap Presiden FIFA. Menurutnya, situasi tersebut menjadi alasan kuat mengapa perubahan kepemimpinan perlu segera dilakukan.
Dalam penutup pernyataannya, Figo menyampaikan bahwa mungkin sudah terlambat bagi Gianni Infantino untuk memulihkan martabat pribadinya sebagai pemimpin FIFA. Namun, ia menegaskan masih belum terlambat untuk menyelamatkan masa depan sepak bola dunia apabila terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh organisasi tersebut.
Seruan pengunduran diri ini muncul ketika Gianni Infantino sedang menghadapi sorotan terkait wacana penjualan sebagian saham Piala Dunia FIFA kepada pihak swasta. Gagasan tersebut memicu perdebatan luas karena dinilai dapat mengubah arah pengelolaan turnamen sepak bola terbesar di dunia menjadi lebih berorientasi pada kepentingan komersial.
Rencana tersebut mendapat penolakan dari berbagai kalangan sepak bola internasional, termasuk sejumlah konfederasi besar seperti UEFA, Concacaf, dan AFC. Mereka menilai Piala Dunia merupakan aset penting bagi sepak bola global yang seharusnya tetap dikelola dengan mengutamakan kepentingan olahraga dan seluruh anggotanya.
Gelombang penolakan yang semakin besar akhirnya membuat rencana penjualan saham tersebut dibatalkan. Meski demikian, polemik yang muncul tetap memunculkan kritik terhadap berbagai kebijakan FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Gianni Infantino mengenai desakan yang disampaikan Luis Figo. Namun, pernyataan dari salah satu legenda sepak bola dunia tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan perhatian publik terhadap arah kepemimpinan FIFA serta kebijakan-kebijakan yang akan diambil organisasi tersebut pada masa mendatang. Dengan berbagai sorotan yang terus berkembang, dinamika di tubuh FIFA diperkirakan masih akan menjadi perhatian utama komunitas sepak bola internasional.***