Indonesiaku.co – Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) resmi menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih kepala Tim Nasional Portugal, menandai dimulainya era baru bagi Selecao setelah berakhirnya masa kepemimpinan Roberto Martinez. Penunjukan pelatih berusia 71 tahun itu menjadi salah satu keputusan penting federasi dalam mempersiapkan tim menghadapi berbagai turnamen internasional hingga beberapa tahun ke depan.
Pengumuman resmi disampaikan melalui media sosial Federasi Sepak Bola Portugal pada Jumat. Dalam pengumuman tersebut, FPF menyambut Jorge Jesus sebagai pelatih baru tim nasional yang akan memulai perjalanan bersama skuad berjuluk Selecao das Quinas.
Meski federasi belum mengumumkan durasi kontraknya secara resmi, laporan dari jurnalis sepak bola Fabrizio Romano menyebut Jorge Jesus telah menandatangani kontrak hingga tahun 2030. Dengan demikian, ia diproyeksikan memimpin Portugal dalam ajang UEFA Nations League, Euro 2028, hingga Piala Dunia 2030.
Bagi Jorge Jesus, jabatan ini menjadi pengalaman pertama menangani tim nasional sepanjang karier kepelatihannya. Selama lebih dari 35 tahun, ia dikenal sebagai pelatih yang membangun reputasi melalui berbagai klub besar di Portugal maupun luar negeri.
Karier kepelatihannya dimulai bersama Amora FC pada 1989. Dari sana, Jorge Jesus terus berkembang dengan melatih sejumlah klub Portugal seperti Belenenses, SC Braga, Benfica, hingga Sporting CP. Pengalamannya yang panjang di kompetisi domestik membuatnya menjadi salah satu pelatih paling disegani di negaranya.
Nama Jorge Jesus semakin dikenal luas ketika menangani Benfica. Bersama klub tersebut, ia berhasil mempersembahkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk Liga Portugal, Piala Portugal, dan Piala Liga Portugal. Kesuksesan itu menjadikannya salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah modern Benfica.
Tidak hanya sukses di Portugal, Jorge Jesus juga mampu menunjukkan kualitasnya di luar negeri. Saat melatih Flamengo di Brasil, ia berhasil membawa klub tersebut menjadi juara Liga Brasil melalui permainan yang atraktif dan konsisten sepanjang musim.
Karier internasionalnya kemudian berlanjut bersama Al Hilal di Arab Saudi sebelum menerima tantangan melatih Fenerbahce di Turki. Bersama klub asal Istanbul itu, Jorge Jesus kembali menambah koleksi prestasi dengan membawa tim meraih gelar Piala Turki.
Terbaru, Jorge Jesus menangani Al Nassr pada musim 2025/2026. Di bawah arahannya, klub tersebut berhasil mengakhiri penantian panjang selama tujuh tahun untuk kembali menjadi juara Liga Arab Saudi. Prestasi tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang mampu memberikan dampak positif dalam waktu relatif singkat.
Kini, tantangan yang dihadapinya tentu jauh berbeda. Di level tim nasional, seorang pelatih tidak memiliki waktu panjang untuk membangun tim seperti ketika melatih klub. Setiap agenda internasional hanya memberikan waktu singkat untuk menyusun strategi dan mempersiapkan pertandingan.
Meski demikian, Portugal memiliki modal yang sangat menjanjikan. Negara tersebut terus melahirkan pemain-pemain berbakat yang berkompetisi di berbagai liga terbaik Eropa. Kombinasi pemain senior dengan generasi muda memberikan banyak pilihan bagi Jorge Jesus dalam membangun skuad yang kompetitif.
Selain memilih pemain terbaik, Jorge Jesus juga diharapkan mampu menghadirkan identitas permainan yang jelas. Selama ini ia dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan penguasaan bola, permainan menyerang, serta organisasi tim yang disiplin ketika kehilangan bola.
Pendekatan tersebut dinilai sesuai dengan karakter pemain Portugal yang memiliki kualitas teknik tinggi. Apabila mampu diterapkan dengan baik, Selecao berpotensi kembali menjadi salah satu tim paling disegani di Eropa maupun dunia.
Dalam waktu dekat, fokus Jorge Jesus akan tertuju pada UEFA Nations League sebagai ajang awal untuk membangun fondasi tim. Setelah itu, perhatian akan beralih ke Euro 2028 yang diproyeksikan menjadi target utama sebelum menghadapi tantangan terbesar di Piala Dunia 2030.
Turnamen Piala Dunia 2030 memiliki arti istimewa bagi Portugal karena negara tersebut akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko. Bermain di hadapan pendukung sendiri tentu menghadirkan ekspektasi tinggi agar Portugal mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Penunjukan Jorge Jesus menunjukkan bahwa Federasi Sepak Bola Portugal menginginkan sosok pelatih berpengalaman yang mampu memimpin proyek jangka panjang. Rekam jejaknya dalam meraih trofi di berbagai negara menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut.
Kini, seluruh pencinta sepak bola Portugal menaruh harapan besar kepada Jorge Jesus. Dengan pengalaman luas, kemampuan membangun tim, serta prestasi yang telah diraih sepanjang kariernya, ia diharapkan mampu membawa Selecao kembali meraih kejayaan di level internasional dan menambah sejarah baru bagi sepak bola Portugal dalam beberapa tahun mendatang.***