Mengenal Sejarah Taman Mayura Lombok, Dari Taman Kelepug hingga Menjadi Wisata Budaya

Indonesiaku.co – Taman Mayura merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang menarik dikunjungi oleh wisatawan pencinta budaya.

Kawasan ini tidak hanya menawarkan taman hijau dan kolam luas, tetapi juga menyimpan cerita mengenai perkembangan pemerintahan kerajaan di Pulau Lombok.

Keberadaan bangunan tradisional dan tata ruangnya menjadikan Taman Mayura sebagai salah satu peninggalan sejarah yang penting untuk dikenali.

Taman ini dibangun pada abad ke-18 ketika Kerajaan Karangasem memiliki pengaruh di Lombok.

Dalam catatan sejarah, kawasan tersebut awalnya dikenal dengan nama Taman Kelepug.

Nama Kelepug dikaitkan dengan suara air yang jatuh atau mengalir dari sumber air di kawasan taman.

Pada perkembangan berikutnya, taman ini mengalami perubahan dan dikenal dengan nama Mayura, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti burung merak.

Baca Juga:  Pantai Senggigi, Wisata Bahari Andalan Lombok dengan Pesona Alam yang Tak Pernah Pudar

Pergantian nama tersebut sering dikaitkan dengan keberadaan burung merak yang dahulu dipelihara di kawasan taman.

Menurut cerita yang berkembang, burung merak dipelihara untuk membantu mengurangi keberadaan ular yang mengganggu area tersebut.

Kisah itu menjadi bagian dari cerita sejarah yang membuat nama Taman Mayura memiliki latar belakang tersendiri.

Taman ini kemudian mengalami pembaruan besar pada masa pemerintahan Anak Agung Ngurah Karangasem pada abad ke-19.

Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kawasan taman hingga bentuknya dikenal seperti sekarang.

Salah satu bangunan yang paling menonjol adalah Bale Kambang, sebuah bangunan yang terletak di tengah kolam.

Pada masa kerajaan, Bale Kambang digunakan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan istana.

Baca Juga:  OSULLOC Tea Museum Jeju Punya Sejarah Panjang sebagai Museum Teh Pertama di Korea

Bangunan tersebut menjadi saksi perubahan fungsi kawasan, mulai dari lingkungan taman kerajaan hingga bagian dari warisan sejarah yang dapat dipelajari masyarakat.

Keberadaan kolam besar dan bangunan di tengahnya juga memperlihatkan bagaimana unsur air dimanfaatkan sebagai bagian penting dalam tata ruang taman.

Di sekitar kawasan, pengunjung dapat menemukan unsur arsitektur tradisional yang menambah karakter historis tempat ini.

Taman Mayura bukan sekadar lokasi untuk berjalan-jalan, tetapi juga ruang yang dapat membantu wisatawan memahami hubungan sejarah antara Lombok dan Bali.

Kisah kerajaan, perubahan nama, serta penggunaan bangunan pada masa lalu menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, memahami sejarahnya terlebih dahulu dapat membuat pengalaman wisata terasa lebih menarik.

Baca Juga:  Menjelajahi Museum Bank Indonesia, Destinasi Wisata Edukatif yang Sarat Sejarah di Kota Tua Jakarta

Pengunjung tidak hanya melihat bangunan dan kolam, tetapi juga dapat membayangkan fungsi kawasan dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Meski demikian, peninggalan sejarah perlu diperlakukan dengan hati-hati agar tidak mengalami kerusakan.

Wisatawan sebaiknya mengikuti aturan kunjungan dan menjaga kebersihan selama berada di dalam area taman.

Dengan nilai sejarah yang dimilikinya, Taman Mayura dapat menjadi pilihan wisata budaya bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh warisan kerajaan di Lombok.

Kawasan ini memperlihatkan bahwa sejarah tidak selalu harus dipelajari melalui buku, tetapi juga dapat dikenali dengan mengunjungi tempat-tempat yang masih menyimpan jejak masa lalu.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *