Polisi Catat Kebakaran Trans Home sebagai Laporan Gangguan, Kerugian Sementara Mencapai Rp20 Miliar

Indonesiaku.co – Polresta Sleman masih menangani penyelidikan terkait kebakaran Gedung Supermarket Bangunan Trans Home yang berada di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan laporan awal yang diterima kepolisian, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian sementara sekitar Rp20 miliar.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan pihak Trans Home telah melaporkan peristiwa kebakaran tersebut kepada SPKT Polsek Berbah, Polresta Sleman. Laporan tersebut dibuat pada 1 Oktober 2026.

Dalam administrasi kepolisian, laporan yang dibuat pihak Trans Home tercatat sebagai Laporan Gangguan dengan jenis gangguan kebakaran. Argo menegaskan bahwa laporan tersebut bukan Laporan Polisi yang berkaitan dengan tindak pidana.

Pencatatan sebagai Laporan Gangguan dilakukan untuk mengadministrasikan kejadian yang berlangsung. Selain mencatat peristiwa kebakaran, laporan tersebut juga digunakan untuk mendokumentasikan penanganan di Tempat Kejadian Perkara serta tindakan kepolisian yang telah dilakukan.

Baca Juga:  Brimob Kerahkan Dua Kendaraan Water Cannon untuk Penanganan Kebakaran Rumah Makan di Jakarta Timur

Status tersebut menjadi bagian dari proses penanganan awal terhadap kejadian kebakaran. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di Gedung Supermarket Trans Home.

Argo menyampaikan bahwa proses dan penyebab kejadian saat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan kepolisian. Karena proses tersebut masih berjalan, belum terdapat kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran.

Selain penyebab kejadian, jumlah kerugian juga masih dalam tahap pendataan. Berdasarkan laporan awal yang diterima Polsek Berbah, pihak Trans Home melaporkan kerugian sementara sekitar Rp20 miliar.

Angka tersebut belum menjadi hasil penghitungan resmi secara keseluruhan. Kepolisian menyebut nominal Rp20 miliar masih merupakan nilai kerugian yang dilaporkan. Oleh karena itu, jumlah tersebut masih dapat berubah setelah dilakukan pendataan dan penghitungan lebih lanjut.

Baca Juga:  Api Melanda Rumah Warga di Kebon Melati, 110 Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran

Pendataan diperlukan untuk mengetahui secara lebih rinci dampak kebakaran terhadap aset dan berbagai hal yang berada di dalam gedung. Setelah seluruh data terkumpul dan dilakukan penghitungan, nilai kerugian dapat diketahui dengan lebih pasti.

Kebakaran tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dua orang perempuan dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Polisi telah melakukan identifikasi terhadap kedua korban.

Dengan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material yang cukup besar, penanganan insiden tersebut menjadi perhatian kepolisian. Namun, informasi mengenai penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan.

Argo juga menjelaskan bahwa laporan yang dibuat pihak Trans Home memiliki fungsi administratif untuk mencatat kejadian kebakaran, penanganan di lokasi, serta tindakan kepolisian. Karena belum tercatat sebagai Laporan Polisi terkait tindak pidana, masyarakat perlu memahami status laporan tersebut sesuai keterangan resmi kepolisian.

Baca Juga:  Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Rahasia Etomidate di Tangerang dan Jakarta Utara

Proses penyelidikan akan menjadi bagian penting untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut terjadi. Polisi masih melakukan penanganan terhadap peristiwa tersebut dan belum memberikan kesimpulan akhir terkait penyebabnya.

Sementara itu, nilai kerugian sekitar Rp20 miliar juga belum dapat disebut sebagai jumlah kerugian final. Angka tersebut berasal dari laporan awal pihak Trans Home dan masih membutuhkan verifikasi serta penghitungan lebih lanjut.

Kebakaran Gedung Supermarket Trans Home di Berbah pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan kerugian material, tetapi juga menimbulkan dua korban meninggal dunia. Hingga saat ini, polisi masih melanjutkan proses penanganan dan penyelidikan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *