OSULLOC Tea Museum Jeju Punya Sejarah Panjang sebagai Museum Teh Pertama di Korea

Indonesiaku.co – OSULLOC Tea Museum memiliki posisi khusus dalam wisata budaya di Pulau Jeju karena dikenal sebagai museum teh pertama di Korea. Tempat ini telah dibuka sejak September 2001 dan hingga kini menjadi ruang yang memperkenalkan sejarah serta budaya teh kepada pengunjung.

Museum tersebut berada di kawasan Andeok, Seogwipo-si, Jeju. Konsep yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada koleksi atau informasi mengenai teh, tetapi juga menggabungkan budaya dengan lingkungan alam. Pengunjung dapat menikmati kebun teh, melihat pemandangan hutan Gotjawal, serta mencicipi berbagai produk berbahan teh.

Sejak dibuka, OSULLOC Tea Museum dikembangkan sebagai ruang budaya dan tempat beristirahat yang mempertemukan tradisi dengan modernitas. Museum ini juga memperkenalkan budaya teh dari Timur dan Barat sehingga pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai teh dari perspektif yang lebih luas.

Bangunan utama museum dirancang dengan inspirasi dari bentuk cangkir teh. Bangunan tersebut kemudian mengalami renovasi pada 2023. Setelah renovasi, area museum ditata agar pemandangan kebun teh dan hutan Gotjawal dapat terlihat dari dalam bangunan.

Baca Juga:  Liburan ke Istana Himeji, Destinasi Ikonik Jepang dengan Pemandangan Memesona

Kebun teh menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengalaman wisata di OSULLOC. Hamparan tanaman teh memberikan pemandangan hijau yang khas. Wisatawan dapat berjalan di sekitar area kebun sekaligus menikmati suasana lingkungan yang lebih tenang.

Nama OSULLOC juga memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut diperkenalkan sebagai gabungan seol yang menggambarkan salju di puncak Gunung Hallasan dan rok yang merujuk pada warna hijau kebun teh. Huruf atau seruan “O” menggambarkan rasa kagum terhadap pemandangan alam Jeju.

Pengalaman mengenai teh juga dapat diperoleh melalui Tea Museum Roastery. Di area tersebut, pengunjung dapat menyaksikan proses menyangrai daun teh. Setelah itu, wisatawan dapat mencicipi maupun membeli teh yang baru dihasilkan.

Baca Juga:  Hyeopjae Beach Jadi Destinasi Favorit di Jeju untuk Liburan Santai Bersama Keluarga

Sementara itu, Tea House menyediakan berbagai jenis teh dan minuman. Pengunjung juga dapat menemukan es krim teh hijau dan makanan yang menggunakan bahan teh. Fasilitas tersebut membuat kawasan museum tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi tempat menikmati produk teh.

OSULLOC juga menyediakan Tea Stone sebagai ruang pengalaman teh. Salah satu programnya adalah OSULLOC Premium Tea Course yang dirancang untuk memperkenalkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Jeju melalui teh.

Program tersebut terdiri dari beberapa tahapan. Kegiatan dimulai dengan Garden Tour selama 10 menit yang mengajak peserta berjalan di halaman depan museum dan kebun teh. Selanjutnya terdapat sesi “Chusa and Jeju Story” selama 20 menit untuk mempelajari penyeduhan teh.

Baca Juga:  Tenun Tradisional Sade Village, Kerajinan Lokal yang Menopang Ekonomi Warga

Tahap berikutnya adalah pengalaman mencicipi koktail teh menggunakan bahan-bahan dari Jeju beserta tiga jenis garnish. Kegiatan tersebut berlangsung selama 30 menit. Setelah itu, peserta mengikuti sesi terakhir selama 20 menit untuk menyangrai dan mengemas teh organik.

Untuk wisatawan yang ingin berkunjung, OSULLOC Tea Museum berada di 15 Sinhwayeoksa-ro, Andeok-myeon, Seogwipo-si, Jeju-do. Berdasarkan informasi Visit Jeju, museum buka setiap hari pukul 09.00–18.00 dan pada musim panas jam operasional tercatat hingga pukul 19.00.

Dengan sejarah yang dimulai sejak 2001, OSULLOC Tea Museum menjadi salah satu tempat yang memperlihatkan perkembangan budaya teh di Korea sekaligus menghadirkan pengalaman wisata berbasis alam. Pengunjung dapat mengenal sejarah teh, melihat kebun, menikmati minuman, hingga mengikuti aktivitas yang berkaitan langsung dengan pengolahan teh.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *