Tim DVI Periksa DNA 22 Jenazah Korban Kapal Virgo yang Belum Teridentifikasi

Indonesiaku.co – Proses identifikasi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Dari 42 kantung jenazah yang telah dievakuasi, sebanyak 20 jenazah telah berhasil diketahui identitasnya, sedangkan 22 lainnya masih menjalani pemeriksaan.

Tim DVI Polda Kalimantan Selatan menjadi salah satu tim yang menangani proses identifikasi korban. Untuk jenazah yang belum diketahui identitasnya, petugas telah mengambil sampel DNA. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa untuk mendapatkan kecocokan dengan data keluarga korban.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan seluruh sampel dari 22 jenazah yang belum teridentifikasi akan dikirimkan kepada tim DVI Mabes Polri. Pemeriksaan DNA menjadi bagian penting dalam proses identifikasi korban.

Dalam proses Disaster Victim Identification, data ante mortem dari keluarga diperlukan sebagai bahan pembanding. Data tersebut nantinya dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem terhadap jenazah.

Baca Juga:  Pekanbaru Lindungi Peserta Didik dari Kabut Asap, Pembelajaran Dialihkan ke Daring

Sumy Hastry menjelaskan bahwa tim akan berusaha mengidentifikasi korban menggunakan data primer, sekunder, dan ante mortem keluarga. Dengan sejumlah metode tersebut, petugas berupaya memastikan setiap korban dapat diketahui identitasnya secara tepat.

Data dari keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Karena itu, keluarga korban diminta memberikan informasi ante mortem yang dibutuhkan oleh tim DVI. Kelengkapan informasi tersebut dapat membantu mempercepat proses pencocokan.

Mengenai waktu penyelesaian pemeriksaan, Sumy Hastry memastikan proses akan dilakukan sesegera mungkin apabila data ante mortem dari pihak keluarga sudah lengkap. Pemeriksaan tetap harus melalui tahapan yang diperlukan untuk memastikan identitas korban.

Sementara proses DNA terhadap 22 korban masih berlangsung, tim DVI Polda Kalimantan Selatan telah mengumumkan 20 korban yang berhasil diidentifikasi.

Daftar tersebut mencakup Reyner Fausta Yosilianto dari Malang, Jawa Timur, berusia 22 tahun; Nurul Rian Hidayat dari Pamekasan berusia 33 tahun; Deny Ridzal Saputra dari Kediri, Jawa Timur, berusia 29 tahun; serta Imam Soeparno dari Surabaya berusia 66 tahun.

Baca Juga:  Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang Hilang Kontak Setelah Cuaca Buruk

Kemudian ada Erick Maisul Latif dari Garut berusia 37 tahun, Risyan Kurnia Putra dari Garut berusia 28 tahun, Surya dari Tapin berusia 59 tahun, dan Yuli dari Banjarmasin berusia 29 tahun.

Korban berikutnya adalah Muhammad Abdiannoor dari Banjarmasin berusia 30 tahun, Annas dari Bangkalan berusia 48 tahun, Bagus Mahendra dari Klaten berusia 20 tahun, dan Aldo Nurrahmansyah dari Surakarta berusia 19 tahun.

Tim juga telah mengidentifikasi Jumbrik dari Lamongan berusia 25 tahun, I Putu Angga Santyana dari Mataram berusia 21 tahun, Deny Dwi Saputra dari Boyolali berusia 32 tahun, dan Abdul Fikri dari Purbalingga berusia 27 tahun.

Sementara tiga korban lainnya yang telah teridentifikasi adalah Tuti dari Banjarmasin berusia 29 tahun, Mashudi dari Jepara berusia 27 tahun, Feris Sudaryanto dari Lampung Tengah berusia 37 tahun, dan Aditya Firmansyah dari Kediri berusia 19 tahun.

Baca Juga:  Erupsi ke-63 Gunung Marapi Sepanjang 2026, Warga Padang Panjang dan Tanah Datar Diminta Waspada

Setelah 20 jenazah berhasil diidentifikasi, perhatian tim kini tertuju pada 22 jenazah lainnya. Sampel DNA dari seluruh jenazah tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di tim DVI Mabes Polri.

Proses identifikasi diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban. Namun, hasil pemeriksaan tetap bergantung pada pencocokan data ante mortem dengan sampel yang diperoleh dari masing-masing jenazah.

Selama proses tersebut berlangsung, tim DVI terus mengupayakan pemeriksaan secara maksimal agar identitas 22 korban yang tersisa dapat segera diketahui.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *