Manjanggul Lava Tube Kembali Dibuka, Saatnya Menjelajahi Keajaiban Geologi Pulau Jeju dari Dalam Gua

Indonesiaku.co – Ada banyak cara untuk menikmati keindahan Pulau Jeju, tetapi menjelajahi gua lava memberikan pengalaman yang berbeda. Manjanggul Lava Tube menjadi salah satu destinasi yang memungkinkan wisatawan melihat langsung jejak aktivitas vulkanik yang membentuk lanskap Jeju sejak masa lampau.

Manjanggul merupakan sistem gua lava dengan panjang sekitar 7,4 kilometer. Gua tersebut memiliki sejumlah bagian bertingkat dan terowongan utama yang dapat mencapai lebar sekitar 18 meter serta tinggi sekitar 23 meter. Struktur tersebut menjadi salah satu alasan Manjanggul memiliki nilai geologi yang tinggi.

Kawasan ini merupakan bagian dari Geomunoreum Lava Tube System yang termasuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO. “Jeju Volcanic Island and Lava Tubes” ditetapkan sebagai Warisan Dunia pada 2007 berdasarkan nilai estetika serta pentingnya kawasan tersebut dalam menunjukkan proses vulkanisme.

Baca Juga:  AS Jepang dan Korea Selatan Bahas Ancaman Korea Utara hingga Kerja Sama AI dan Semikonduktor di New York

Ketika memasuki Manjanggul, wisatawan akan menemukan lingkungan yang berbeda dari kawasan wisata Jeju pada umumnya. Jalur di dalam gua membawa pengunjung melewati permukaan batuan dan berbagai bentuk yang tercipta dari aliran lava. Karena sebagian besar kondisi gua tetap dipertahankan secara alami, perjalanan di dalamnya terasa seperti memasuki ruang geologi yang terbentuk jauh sebelum kawasan tersebut menjadi destinasi wisata.

Namun, pengunjung tidak dapat menyusuri seluruh panjang gua. Dari tiga pintu masuk yang terbentuk akibat runtuhnya bagian langit-langit gua, wisatawan umum menggunakan pintu masuk kedua. Jalur yang dapat dijelajahi wisatawan memiliki panjang sekitar satu kilometer.

Sepanjang perjalanan, berbagai formasi lava dapat ditemukan. Ada lava stalactites, lava flowstones, lava shelves, lava rafts, lava flow lines, hingga lava columns. Formasi tersebut terbentuk dari proses pendinginan dan pergerakan lava sehingga menciptakan pola serta bentuk yang berbeda-beda di dalam terowongan.

Baca Juga:  Liburan Edukatif di Museum MACAN, Destinasi Seni Modern yang Wajib Masuk Daftar Wisata Jakarta

Daya tarik lain yang tidak boleh dilewatkan adalah kolom lava berukuran besar di bagian akhir jalur wisata. Kolom tersebut memiliki tinggi sekitar 7,6 meter dan menjadi salah satu formasi paling menonjol di Manjanggul. Keberadaannya memberikan gambaran mengenai besarnya proses vulkanik yang pernah terjadi di kawasan Jeju.

Manjanggul juga mempunyai ekosistem tersendiri. Setidaknya 38 spesies penghuni gua telah tercatat berada di dalam kawasan tersebut. Beberapa survei juga menemukan koloni kelelawar di bagian tertentu, meski habitat tersebut tidak berada pada area yang dapat dijangkau wisatawan.

Bagi wisatawan yang datang saat musim panas, suasana di dalam Manjanggul juga menawarkan sensasi berbeda. Informasi terbaru Visit Jeju menyebut suhu di dalam gua tetap rendah sepanjang tahun sehingga pengunjung disarankan membawa lapisan pakaian ringan agar tetap nyaman selama menjelajah. Perjalanan pulang-pergi melalui jalur wisata membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Baca Juga:  Ada Patung Manusia di Dasar Laut Gili Meno, Spot Snorkeling Unik yang Bikin Penasaran

Dengan nilai geologi, sejarah pembentukan alam, dan pengalaman menjelajah gua yang unik, Manjanggul Lava Tube menjadi salah satu destinasi yang memperlihatkan bahwa daya tarik Jeju tidak hanya berada di permukaan. Di balik lanskap hijau dan garis pantainya, pulau ini menyimpan dunia vulkanik yang dapat dijelajahi melalui lorong-lorong Manjanggul.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *