Ben Shelton Gagal Juara US Open 2026, Zverev Bangkit dan Amankan Trofi di New York

Indonesiaku.co – Ben Shelton belum berhasil meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah dikalahkan Alexander Zverev pada final US Open 2026. Bermain di hadapan pendukung tuan rumah di Arthur Ashe Stadium, New York, Shelton harus mengakui keunggulan petenis Jerman tersebut dalam pertandingan empat set.

Zverev mengamankan kemenangan dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2. Pertandingan tersebut berlangsung selama tiga jam 33 menit dan menjadi penutup perjalanan panjang kedua petenis di turnamen Grand Slam terakhir tahun ini.

Shelton sebenarnya mampu memberikan perlawanan. Setelah kehilangan dua set pertama, petenis Amerika Serikat itu berhasil bangkit pada set ketiga. Namun, Zverev segera menghentikan upaya comeback tersebut pada set keempat.

Sejak pertandingan dimulai, Zverev tampil dengan strategi yang efektif untuk meredam permainan agresif Shelton. Ia berkali-kali mengembalikan pukulan keras lawannya dengan bola yang dalam dan akurat, terutama ketika reli berlangsung panjang.

Shelton sendiri mengandalkan servis eksplosif serta permainan menyerang. Namun, ia kesulitan menemukan ritme pada set pertama. Dua kesalahan ganda yang dilakukannya saat menghadapi break point membuat Zverev memperoleh keuntungan penting.

Baca Juga:  Deltras FC Siap Hadapi Persaingan Grup Timur, Leonard Tupamahu Optimistis Raih Prestasi

Zverev akhirnya merebut set pertama dengan skor 6-3.

Shelton kemudian mencoba mengubah pendekatan pada set kedua. Ia lebih sering maju ke depan untuk mengganggu permainan Zverev. Namun, petenis Jerman yang berada di peringkat kedua dunia itu tetap mampu memberikan tekanan.

Set kedua akhirnya harus ditentukan melalui tie-break. Zverev kembali tampil dominan dan langsung unggul 5-0. Ia kemudian menutup tie-break dengan skor 7-2 dan semakin dekat dengan gelar US Open.

Memasuki set ketiga, Shelton memperlihatkan respons positif. Zverev melakukan sejumlah kesalahan yang tidak biasa dan Shelton berhasil memanfaatkan situasi tersebut.

Pada gim ke-12, Shelton mendapatkan peluang untuk merebut set. Ia berhasil menyelesaikan kesempatan tersebut dan memenangkan set ketiga dengan skor 7-5.

Kemenangan itu membuat Shelton memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Namun, Zverev tidak memberikan waktu bagi lawannya untuk mempertahankan momentum.

Baca Juga:  Sumaya Tembus Final Teqball Asian Games Aichi Nagoya 2026 Usai Taklukkan Wakil India

Pada gim pembuka set keempat, Zverev langsung melakukan break. Setelah itu, ia kembali tampil dominan dan mengendalikan permainan dari kedua sisi lapangan.

Zverev kemudian memenangkan 12 dari 14 poin terakhir untuk mengunci kemenangan. Trofi US Open pun menjadi miliknya setelah pertarungan sengit melawan wakil tuan rumah.

Kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Shelton yang baru menjalani final Grand Slam pertamanya. Setelah pertandingan, Zverev memberikan apresiasi kepada lawannya.

Zverev menyebut Shelton sebagai pemain dan pribadi yang luar biasa. Ia juga meyakini Shelton akan kembali ke final Grand Slam pada masa mendatang.

Meskipun gagal menjadi juara, Shelton memperoleh pencapaian besar dari perjalanan di US Open. Petenis berusia 23 tahun itu akan naik ke posisi keempat ATP Rankings, yang menjadi peringkat tertinggi sepanjang kariernya.

Sebelum mencapai final, Shelton juga menunjukkan kemampuan mengalahkan pemain top. Salah satu kemenangan terbesarnya terjadi pada perempat final ketika ia menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz.

Baca Juga:  Mario Aji Evaluasi Kecelakaan di Sepang, Qatar Jadi Kesempatan untuk Bangkit

Shelton juga gagal menjadi petenis putra Amerika Serikat pertama yang memenangkan gelar Grand Slam tunggal sejak Andy Roddick pada 2003. Ia juga belum dapat mengikuti jejak Arthur Ashe sebagai petenis pria keturunan Afrika-Amerika kedua yang menjuarai Grand Slam.

Di sisi lain, kemenangan atas Shelton memperkuat musim luar biasa Zverev. Setelah mencapai semifinal Australian Open, ia menjuarai Roland Garros pada Juni dan kemudian melaju ke final Wimbledon.

Kini, Zverev menutup kalender Grand Slam 2026 dengan gelar US Open. Trofi tersebut juga membuatnya semakin dekat dengan persaingan posisi nomor satu dunia.

Dalam ATP Live Race To Turin sementara, Zverev tercatat unggul 700 poin atas Jannik Sinner. Dengan hasil tersebut, peluang Zverev untuk mengakhiri tahun sebagai petenis nomor satu dunia semakin terbuka.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *