Indonesiaku.co –Penjaga Pantai Filipina mengerahkan tim tanggap darurat setelah kapal feri MV June Aster terbakar di perairan sekitar Coron, Provinsi Palawan. Insiden yang terjadi pada Rabu (9/9) tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia dan 87 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kapal MV June Aster tengah membawa penumpang dan awak ketika kebakaran terjadi. Media lokal Palawan News melaporkan kapal tersebut mengangkut 117 penumpang serta 17 awak kapal.
Dari keseluruhan orang yang berada di kapal, 42 orang telah berhasil diselamatkan. Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina atau PCG, Komodor Noemie Cayabyab.
Meski puluhan orang telah berhasil dievakuasi dan diselamatkan, operasi pencarian belum selesai. Sebanyak 87 orang masih dinyatakan hilang dan keberadaan mereka terus dicari oleh tim penyelamat.
PCG menerima laporan mengenai kebakaran di atas MV June Aster ketika kapal berada di perairan sekitar 1,2 mil laut atau sekitar 2,2 kilometer di timur laut Barangay Marcilla, Coron, Palawan.
Setelah menerima laporan tersebut, tim tanggap darurat langsung dikerahkan. Penanganan dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang yang berada di kapal serta mencari mereka yang belum diketahui keberadaannya.
Insiden tersebut terjadi di wilayah Palawan, salah satu destinasi wisata populer di Filipina. Kawasan Coron juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki aktivitas wisata bahari. Namun, kebakaran MV June Aster membuat perhatian tertuju pada keselamatan penumpang dan awak kapal yang berada di lokasi.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkap penyebab kebakaran. Investigasi masih dilakukan untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut terjadi dan faktor apa yang menjadi pemicunya.
Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dilakukan bersamaan dengan operasi pencarian dan penyelamatan. Otoritas setempat masih berupaya mendapatkan informasi mengenai kondisi orang-orang yang belum ditemukan.
Berdasarkan data yang telah disampaikan, terdapat lima korban meninggal dunia. Sementara itu, 42 orang berhasil diselamatkan dan 87 orang masih dinyatakan hilang.
Jumlah tersebut menggambarkan besarnya dampak kebakaran terhadap kapal yang membawa 134 orang. Tim penyelamat masih harus mencari puluhan orang yang belum diketahui keberadaannya.
Komodor Noemie Cayabyab menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Tim PCG terus melakukan upaya penanganan setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu perkembangan terbaru mengenai proses pencarian. Informasi mengenai korban yang berhasil ditemukan maupun kemungkinan perubahan jumlah korban akan bergantung pada hasil operasi di lapangan.
Pihak berwenang setempat juga masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sampai penyelidikan selesai, belum ada keterangan resmi mengenai faktor yang menyebabkan MV June Aster terbakar.
Saat ini, pencarian terhadap 87 orang yang dinyatakan hilang menjadi fokus utama penanganan. Tim tanggap darurat masih bekerja di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Insiden kebakaran MV June Aster menjadi perhatian besar di Palawan. Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut membuat puluhan orang masih belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian dan penyelamatan serta investigasi penyebab kebakaran masih terus berlangsung.***