Indonesiaku.co – Era Lionel Messi bersama Tim Nasional Argentina resmi berakhir. Pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian sepak bola Argentina tersebut mengumumkan pensiun dari tim nasional melalui unggahan di media sosial pada Senin.
Messi mengaku keputusan tersebut terasa menyakitkan. Namun, setelah melalui pertimbangan panjang, ia merasa bahwa saatnya telah tiba untuk mengakhiri perjalanan bersama Argentina. Ia juga menyadari bahwa tim nasional kini memiliki banyak pemain muda yang layak mendapatkan kesempatan.
Selama sekitar 20 tahun membela Argentina, Messi menjadi salah satu tokoh utama dalam perjalanan sepak bola negara tersebut. Ia tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi kapten dan pemimpin yang membawa Argentina melewati berbagai periode penting.
Karier internasional Messi diwarnai perjalanan yang panjang. Pada masa awal, ia harus menghadapi ekspektasi tinggi dari masyarakat Argentina. Sebagai pemain berbakat yang berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia, Messi diharapkan mampu membawa kesuksesan bagi negaranya.
Namun, keberhasilan bersama Argentina tidak langsung datang. Berbagai kegagalan di turnamen besar membuat tekanan terhadap Messi semakin tinggi. Situasi tersebut akhirnya berubah setelah Argentina memenangkan Copa America 2021.
Gelar tersebut menjadi titik penting dalam karier internasional Messi. Setelah itu, Argentina meraih Finalissima 2022 dan kemudian mencapai puncak dengan memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kesuksesan di Qatar menjadi salah satu momen terbesar dalam perjalanan Messi. Setelah bertahun-tahun berusaha meraih gelar tersebut, Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina.
Argentina kemudian kembali menambah gelar melalui Copa America 2024. Empat trofi tersebut menjadi warisan utama Messi selama memperkuat tim nasional.
Secara statistik, Messi menutup karier internasionalnya dengan 196 penampilan dan 115 gol. Catatan tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pemain bernomor 10 itu terhadap Argentina.
Dalam pernyataan pensiunnya, Messi juga memberikan penghormatan kepada masyarakat Argentina. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama dua dekade.
Messi mengatakan dirinya akan merindukan dukungan dari masyarakat Argentina. Walaupun tidak lagi berada di dalam skuad, ia memastikan akan tetap mendukung tim nasional dari luar lapangan.
Keluarga, pelatih, rekan setim, dan jajaran pengurus juga tidak luput dari ucapan terima kasih Messi. Mereka dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan panjang yang telah dilewati bersama.
Keputusan Messi juga menjadi tanda pergantian generasi di tubuh Argentina. Pemain-pemain muda kini memiliki peluang lebih besar untuk mengambil peran setelah salah satu figur terbesar dalam sejarah tim nasional meninggalkan panggung internasional.
Bagi Argentina, kehilangan Messi tentu bukan perkara sederhana. Selama bertahun-tahun, dirinya menjadi wajah utama tim nasional dan simbol keberhasilan mereka di berbagai kompetisi.
Namun, Messi meninggalkan Argentina dalam kondisi yang jauh berbeda dibandingkan masa awal kariernya. Ia pergi setelah memberikan sejumlah gelar besar, termasuk Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya.
Dengan catatan 196 pertandingan, 115 gol, serta empat trofi, perjalanan Messi bersama Argentina akhirnya sampai di penghujung. Sang megabintang menutup era tersebut dengan rasa bangga sekaligus menyerahkan masa depan tim nasional kepada generasi berikutnya.***