Institut Pertanian Malang Ubah Air Hujan Jadi Sumber Air Alternatif bagi Warga Bandulan

Indonesiaku.co – Institut Pertanian Malang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 mendorong peningkatan kemandirian air rumah tangga bagi masyarakat RT 08 RW 06 Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang melalui penerapan teknologi Rainwater Harvesting (RWH) atau pemanenan air hujan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Program bertajuk “Pemberdayaan Warga RT 08 Kelurahan Bandulan melalui Penerapan Teknologi Rainwater Harvesting untuk Ketahanan Air Rumah Tangga” ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya air secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Didik Suprayitno, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang masih memiliki ketergantungan terhadap sumber air utama.

Baca Juga:  Badan Geologi Minta Warga Jauhi Kawah Gunung Anak Krakatau dalam Radius Tiga Kilometer

Meskipun jaringan PDAM telah tersedia di wilayah Kelurahan Bandulan, ketersediaan air belum selalu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada musim kemarau maupun saat terjadi peningkatan kebutuhan air.

“Melalui penerapan teknologi Rainwater Harvesting, air hujan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikumpulkan, disaring, dan dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif bagi masyarakat,” jelas Didik.

Berdasarkan hasil identifikasi kondisi mitra, permasalahan utama yang dihadapi warga RT 08 meliputi ketergantungan terhadap sumber air PDAM, belum optimalnya pemanfaatan air hujan, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sumber daya air secara mandiri.

Teknologi Rainwater Harvesting yang diterapkan dalam program ini dirancang sesuai dengan kondisi lingkungan permukiman warga. Sistem tersebut menggunakan konsep sederhana, modular, dan mudah dipelihara dengan memanfaatkan area atap rumah sebagai media penangkap air hujan. Air yang terkumpul kemudian dialirkan melalui sistem penyaringan sederhana sebelum disimpan pada tangki penampungan.

Baca Juga:  4.274 Personel Dikerahkan Amankan Demo di DPR, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Situasional

Dalam pelaksanaan program, teknologi ini direncanakan diterapkan melalui tiga unit instalasi Rainwater Harvesting, yaitu dua unit pada rumah warga dan satu unit pada fasilitas balai RT. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan air berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain penerapan teknologi, kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menekankan aspek pemberdayaan melalui edukasi dan pendampingan warga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat pemanfaatan air hujan, cara pengoperasian sistem, serta metode perawatan instalasi agar teknologi dapat digunakan dalam jangka panjang.

Salah satu strategi keberlanjutan program adalah pembentukan Kader Air yang berasal dari masyarakat setempat. Kader Air memiliki peran dalam membantu pemantauan kondisi instalasi, melakukan perawatan sederhana, serta mendukung penyebarluasan pengetahuan mengenai konservasi air kepada masyarakat sekitar.

“Penerapan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat. Oleh karena itu, program ini tidak hanya membangun instalasi Rainwater Harvesting, tetapi juga membangun kapasitas warga agar mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri,” tambah Didik.

Baca Juga:  Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Guru dan Siswa SMP Almaarif 01 Singosari Dilatih Membuat Sabun Cair Berbahan Aloe Vera

Melalui kegiatan ini, Institut Pertanian Malang berharap masyarakat RT 08 Kelurahan Bandulan dapat memiliki alternatif sumber air yang lebih berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya konservasi sumber daya air.

Program ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, penerapan teknologi Rainwater Harvesting diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan air tingkat rumah tangga serta mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam mengelola sumber daya air.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026

Didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *