Gempa NTT Tewaskan 103 Orang, Pemerintah Siapkan Sekolah hingga Hunian Sementara

Indonesiaku.co – Pemerintah terus melakukan penanganan terhadap dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Hingga Selasa (25/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 103 jiwa.

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah pusat terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak. Pernyataan itu disampaikan saat Presiden mengunjungi dan mengecek kondisi para pengungsi di Kabupaten Nagekeo, Rabu.

Menurut Prabowo, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana. Bantuan terus dikirimkan, sementara berbagai kebutuhan masyarakat juga disiapkan melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

“Pemerintah pusat terus menerus memantau dan terus menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini,” ujar Prabowo.

Kondisi pascagempa membuat sejumlah aktivitas masyarakat harus disesuaikan. Salah satu perhatian pemerintah adalah keberlangsungan pendidikan. Presiden mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah perbaikan sementara agar sekolah dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:  Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel Tangani Karhutla, Eddy Soeparno Soroti Dampak El Nino

Namun, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama. Sekolah yang belum sepenuhnya dinyatakan aman kemungkinan tidak langsung digunakan sebagai tempat belajar. Sebagai alternatif, pemerintah menyiapkan penggunaan tenda untuk kegiatan pendidikan sementara.

“Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” kata Prabowo.

Penggunaan fasilitas sementara diharapkan dapat membuat aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas masyarakat secara bertahap.

Presiden meminta masyarakat untuk tetap bersabar selama proses penanganan berlangsung. Pemerintah masih menunggu kondisi wilayah benar-benar aman sebelum melakukan sejumlah tahapan pemulihan yang lebih besar.

Baca Juga:  Trump Dituding Gunakan Uang Pembayar Pajak untuk Iklan Bernuansa Kampanye, DNC Tempuh Jalur Hukum

Menurut keterangan para ahli, masyarakat diperkirakan membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu sebelum kondisi dinilai lebih aman. Karena itu, warga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak terburu-buru kembali ke bangunan yang belum dipastikan keamanannya.

“Menurut para ahli kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman,” ujar Prabowo.

Setelah kondisi dinyatakan aman, pemerintah akan memasuki tahapan pemulihan yang lebih luas. Salah satunya dengan membangun hunian sementara untuk masyarakat yang rumahnya terdampak. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga.

Pemulihan hunian menjadi kebutuhan penting karena rumah merupakan salah satu fasilitas utama yang menentukan kemampuan masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan normal. Selama rumah belum dapat ditempati, warga masih membutuhkan tempat tinggal sementara yang aman.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membantu masyarakat terdampak. Ia mengatakan pemerintah akan hadir selama proses penanganan bencana dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi kesulitan tersebut sendirian.

Baca Juga:  Gempa Berkekuatan 7,5 Magnitudo Luluhlantakkan Venezuela, Korban Tewas Terus Bertambah

Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyampaikan rasa duka kepada masyarakat Flores dan daerah-daerah lain yang terdampak akibat gempa bumi.

Gempa M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus pukul 05.58 WITA tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat Nagekeo. Dengan jumlah korban meninggal yang mencapai 103 orang berdasarkan data BNPB hingga 25 Agustus, penanganan bencana menjadi perhatian pemerintah.

Selain bantuan darurat, proses pemulihan ke depan akan mencakup perbaikan fasilitas umum, penyediaan hunian sementara, serta pemulihan aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat. Pemerintah memastikan seluruh langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di wilayah terdampak.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *