Aksi Demo BEM UI Berakhir, Massa Sempat Tertahan di Tosari

Indonesiaku.co – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) menggelar demonstrasi di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Aksi yang mengusung tema “#MerebutKemerdekaan” tersebut membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, politik, kebencanaan, hingga ruang sipil.

Massa aksi sempat berusaha bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena pergerakan mereka dihalau aparat kepolisian. Massa akhirnya tertahan di kawasan Tosari.

Situasi sempat memanas ketika sebagian peserta aksi mendorong barikade polisi. Meski terjadi aksi dorong-dorongan, massa tetap tidak dapat melewati barikade yang telah dipasang aparat. Setelah berada di kawasan tersebut, peserta aksi kemudian melanjutkan kegiatan demonstrasi hingga sore hari.

Baca Juga:  Kuota Magang Nasional Naik Menjadi 150 Ribu Peserta pada 2026, Ini Tujuan Pemerintah

Ketua BEM UI Yatalatof Imawan sebelumnya menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jakarta atas kemungkinan kemacetan yang muncul akibat aksi.

Menurut Yatalatof, gangguan lalu lintas yang terjadi akibat demonstrasi hanya berlangsung selama beberapa jam. Ia membandingkannya dengan berbagai persoalan struktural yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak terhadap masyarakat.

BEM UI menyampaikan delapan tuntutan utama melalui aksi tersebut. Tuntutan pertama adalah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai penjajahan negara atas rakyat sendiri. Selain itu, mahasiswa menuntut penghentian korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Tuntutan ketiga adalah mewujudkan reforma agraria sejati. Isu tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam aksi karena berkaitan dengan persoalan penguasaan dan pengelolaan sumber daya agraria.

Baca Juga:  CCTV Rusak Saat Demo, Pemprov DKI Jakarta Diminta Cari Pelaku

Mahasiswa juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak atau BBM. Persoalan harga kebutuhan dasar dinilai berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, BEM UI meminta evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN. Mereka juga menyerukan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dalam tuntutan keenam, mahasiswa menyoroti pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Mereka meminta pemerintah mengembalikan otonomi daerah.

Persoalan bencana juga menjadi bagian dari tuntutan aksi. BEM UI meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat proses pemulihan daerah yang terdampak bencana.

Tuntutan terakhir adalah penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil. Selain itu, BEM UI juga menyerukan pembubaran YON TP.

Baca Juga:  Lima Pesawat Bawa 65 Ton Logistik Tambahan untuk Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Setelah rangkaian demonstrasi selesai, massa kemudian membubarkan diri pada sekitar pukul 18.10 WIB, setelah azan Magrib berkumandang. Sebelum meninggalkan lokasi, sejumlah peserta memungut sampah di sekitar tempat aksi dan memasukkannya ke dalam trash bag besar.

Massa juga sempat menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” sebagai bagian dari penutupan kegiatan. Lagu tersebut kemudian diakhiri dengan tepuk tangan.

Setelah itu, peserta demonstrasi berjalan meninggalkan lokasi menuju arah Dukuh Atas. Pembubaran dilakukan secara bertahap hingga situasi di sekitar kawasan demonstrasi kembali kondusif.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *