Gempa M7,7 Terasa di Flores hingga Sumba, BMKG Pantau Gempa Susulan

Indonesiaku.co – Aktivitas gempa bumi masih menjadi perhatian di Nusa Tenggara Timur setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa susulan masih terjadi hingga sekitar pukul 07.02 WITA.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyebut pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Gempa berpusat di laut dengan jarak sekitar 30 kilometer dari Mbay, Nagekeo, dan memiliki kedalaman 15 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT. Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG, getaran terasa di seluruh Pulau Flores. Selain itu, sebagian wilayah Pulau Sumba, Adonara, dan Solor juga merasakan dampak guncangan tersebut.

Baca Juga:  JMA Catat Gempa M7,0 di Ogasawara, Intensitas Maksimum Tembus Level 3

Aktivitas gempa susulan yang masih terjadi menjadi salah satu faktor yang terus dipantau oleh BMKG. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik setelah gempa utama.

Selain dampak guncangan, gempa tersebut juga memunculkan potensi tsunami karena pusat gempa berada di laut. BMKG kemudian mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 2 yang mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Sejumlah wilayah pesisir NTT masuk dalam status Siaga. Wilayah tersebut mencakup Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara.

Di Sulawesi Selatan, status Siaga diberlakukan di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan petugas di lapangan.

Baca Juga:  Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Diperkuat

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal berkekuatan magnitudo 7,0. Pada saat itu, Ngada bagian utara ditetapkan berstatus Waspada dengan estimasi waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB.

Perubahan status peringatan menjadi Peringatan Dini Tsunami 2 menunjukkan adanya perkembangan dalam pemantauan kondisi gempa dan potensi tsunami. Informasi tersebut penting bagi masyarakat agar dapat mengambil langkah keselamatan sesuai arahan petugas.

Warga di kawasan pesisir diimbau tidak mendekati pantai selama peringatan masih berlangsung. Apabila terdapat instruksi evakuasi, masyarakat diminta segera mengikuti arahan menuju lokasi yang lebih aman.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. Dalam kondisi bencana, informasi resmi sangat penting untuk mencegah kepanikan maupun tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga:  Remisi HUT RI 2026, 43 Narapidana Rutan Salemba Langsung Bebas

BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan kondisi wilayah yang terdampak. Informasi mengenai status peringatan tsunami dapat berubah mengikuti hasil pemantauan terbaru.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *