Tak Lagi Cuma Vertikal, Lenovo Dikabarkan Garap Laptop Layar Gulung Horizontal

Indonesiaku.co – Perkembangan teknologi layar pada perangkat komputer terus menghadirkan konsep baru. Lenovo menjadi salah satu perusahaan yang dikabarkan tengah mengeksplorasi teknologi tersebut melalui sebuah proyek laptop bernama Project Swan.

Project Swan disebut sebagai laptop dengan layar gulung yang dapat diperluas secara horizontal. Konsep ini berbeda dari beberapa laptop layar gulung sebelumnya yang menggunakan mekanisme perluasan secara vertikal.

Kabar mengenai perangkat tersebut muncul melalui gambar render yang beredar di platform digital. Berdasarkan laporan Gizmochina pada Selasa (11/8/2026), gambar render Project Swan dibagikan oleh Windows Latest.

Secara tampilan, Project Swan masih menyerupai laptop konvensional. Layar berada di atas keyboard dan perangkat memiliki desain yang relatif familiar bagi pengguna komputer jinjing.

Namun, panel layar pada perangkat ini memiliki bagian tambahan yang dapat disimpan di dalam bodi. Ketika dibutuhkan, bagian tersebut akan keluar dari sisi kiri dan kanan sehingga bidang layar menjadi lebih lebar.

Baca Juga:  Asus Googlebook Siapkan Integrasi Gemini hingga Aplikasi Android dalam Laptop Generasi Baru

Pendekatan horizontal ini dapat memberikan keuntungan tertentu bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja luas. Misalnya, pengguna dapat memiliki lebih banyak area untuk membuka beberapa aplikasi secara berdampingan tanpa harus menggunakan monitor eksternal.

Mekanisme tersebut disebut mengandalkan panel OLED fleksibel. Saat layar belum diperluas, panel tambahan berada dalam posisi tersembunyi. Sistem rel pemandu membantu menjaga pergerakan panel ketika layar diperpanjang.

Motor penggerak juga menjadi bagian penting dari teknologi tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, motor akan menggerakkan bagian layar tambahan dari kedua sisi secara bersamaan.

Konsep tersebut tentu membutuhkan desain perangkat yang berbeda dari laptop biasa. Ruang internal harus disediakan untuk menampung panel tambahan dan mekanisme penggeraknya.

Karena kebutuhan tersebut, desain engsel Project Swan juga dikabarkan mengalami perubahan. Engsel perangkat disebut lebih pendek dan ditempatkan lebih dekat ke bagian tengah dibandingkan engsel pada laptop ThinkBook standar.

Baca Juga:  Panduan Memilih Laptop Touchscreen Lenovo, Ketahui Perbedaan Seri Yoga, IdeaPad, dan ThinkPad

Render yang beredar juga menunjukkan beberapa elemen lain. Kamera web berada di bagian tengah atas layar, sementara dua port USB-C terlihat pada sisi kiri.

Belum diketahui konektivitas yang tersedia pada sisi kanan karena bagian tersebut tidak terlihat dalam render yang beredar. Oleh sebab itu, informasi mengenai seluruh port perangkat belum dapat dipastikan.

Project Swan diperkirakan merupakan bagian dari pengembangan seri ThinkBook berdasarkan desain sandaran tangannya. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai nama produk, spesifikasi final, maupun status komersialnya.

Lenovo sendiri diketahui aktif mengembangkan konsep perangkat dengan desain yang tidak biasa. Perusahaan tersebut sebelumnya memperkenalkan ThinkBook Modular AI PC dan ThinkBook Plus Gen 7 Auto Twist.

Inovasi layar gulung juga pernah ditampilkan Lenovo melalui konsep Legion Pro Rollable pada CES 2026. Konsep tersebut ditujukan untuk kategori perangkat gaming dan menggunakan mekanisme layar gulung horizontal.

Baca Juga:  Rumor Galaxy S27 Semakin Ramai, Samsung Siapkan Empat Model dengan Teknologi Kamera Baru

Project Swan menunjukkan kemungkinan penggunaan teknologi serupa dalam format laptop produktivitas. Namun, keduanya tetap merupakan proyek dengan karakter dan tujuan penggunaan berbeda.

Saat ini, Project Swan dikabarkan masih berada pada tahap awal pengembangan perangkat keras. Karena belum memasuki tahap produksi massal, belum ada kepastian mengenai waktu peluncuran maupun harga.

Lenovo juga belum mengumumkan apakah konsep tersebut akan benar-benar menjadi produk yang dijual kepada konsumen.

Jika nantinya diwujudkan, laptop layar gulung horizontal dapat menjadi perkembangan menarik dalam desain komputer jinjing. Teknologi tersebut menawarkan kemungkinan mendapatkan layar lebih luas tanpa harus membawa perangkat tambahan. Namun, keberhasilan konsep itu akan bergantung pada ketahanan panel fleksibel, mekanisme penggerak, desain bodi, serta efisiensi perangkat secara keseluruhan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *