Universitas Beri Pendampingan Usai Lima Mahasiswa KKN Tewas dalam Kecelakaan

Indonesiaku.co – Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan memberikan pendampingan kepada keluarga korban setelah lima mahasiswa peserta KKN meninggal dunia dalam kecelakaan di Tanah Bumbu.

Kecelakaan yang menimpa rombongan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan. Lima mahasiswa dari dua perguruan tinggi meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara satu mahasiswa lainnya masih menjalani perawatan.

Korban berasal dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan yang sama-sama melaksanakan program KKN di wilayah tersebut.

Dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat yang meninggal dunia adalah Abdi Cahaya Girsang dari Fakultas Kehutanan angkatan 2023 serta Muhammad Ramadhani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023. Seorang mahasiswa lain, M. Fahrizal Hasbi, berhasil selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga:  Investigasi Pencemaran Sungai Cisadane Berlanjut, Tiga Industri di Teluknaga Disegel Pemprov Banten

Menanggapi peristiwa tersebut, Universitas Lambung Mangkurat langsung mengirimkan tim pendamping ke lokasi kejadian. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni turut hadir untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

Pihak universitas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, aparat keamanan, serta keluarga mahasiswa guna memberikan pendampingan selama proses penanganan korban.

Informasi awal menyebutkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, para mahasiswa menghadiri kegiatan bersama masyarakat di Desa Bulurejo. Setelah acara selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju salah satu objek wisata.

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Universitas memilih menunggu hasil resmi dari aparat sebelum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.

Baca Juga:  Jejak Karier Sudaryono, Dari Anak Petani hingga Memimpin Badan Gizi Nasional

Di sisi lain, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan juga kehilangan tiga mahasiswanya, yakni Veri Andi Saputra, Nafa Izzatul Jannah, dan Nur’aini Salsabila. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2023 dan sedang menjalankan program KKN di lokasi yang sama.

Ketiga korban juga diketahui merupakan penerima beasiswa KIP Kuliah yang selama ini aktif menjalani pendidikan di kampus.

Peristiwa ini menjadi duka bersama bagi seluruh sivitas akademika kedua perguruan tinggi. Selain kehilangan mahasiswa terbaiknya, universitas juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa lain yang turut terdampak oleh kejadian tersebut.

Kecelakaan tersebut mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan akademik di lapangan. Evaluasi terhadap manajemen perjalanan dan koordinasi kegiatan diharapkan dapat semakin diperkuat agar keselamatan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *