Indonesiaku.co – Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi berhasil mengawali langkahnya di Taipei Open 2026 dengan catatan yang sangat positif.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu sukses menyapu bersih dua pertandingan babak kualifikasi dan memastikan tempat di babak utama turnamen Super 300 yang berlangsung di Taipei Arena, Taiwan.
Keberhasilan tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Dalam sehari, Dhinda harus menjalani dua pertandingan dengan jeda waktu yang relatif singkat. Meski demikian, ia mampu menjaga konsistensi permainan hingga menuntaskan keduanya dengan kemenangan.
Pertandingan pertama mempertemukan Dhinda dengan wakil Taiwan, Lee Yu-Hsuan. Bermain menghadapi atlet tuan rumah tidak membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Sejak awal laga, Dhinda langsung mengambil kendali permainan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-14, 21-5.
Usai memastikan kemenangan pertama, Dhinda kembali turun ke lapangan untuk menghadapi wakil Malaysia, Kisona Selvaduray. Laga tersebut menjadi penentu apakah dirinya berhak melangkah ke babak utama.
Pada gim pembuka, Dhinda tampil luar biasa. Permainan menyerang yang diperagakannya membuat Kisona kesulitan mengembangkan strategi. Hasilnya, Dhinda menang telak 21-10.
Situasi berubah pada gim kedua ketika Kisona meningkatkan intensitas permainan. Pertandingan berlangsung lebih seimbang dan kedua pemain saling mengejar perolehan angka. Meski mendapat tekanan, Dhinda tetap tenang dan berhasil mengamankan kemenangan 21-18.
Kemenangan atas Kisona memastikan Dhinda lolos ke babak utama Taipei Open 2026. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting setelah dalam beberapa turnamen sebelumnya ia belum mampu meraih hasil sesuai harapan.
Dhinda mengungkapkan bahwa sebelum bertanding dirinya berusaha menanamkan keyakinan terhadap kemampuan sendiri. Menurutnya, persiapan yang dilakukan menjelang turnamen sebenarnya sudah berjalan dengan cukup baik sehingga ia hanya perlu memperkuat kepercayaan diri.
Ia juga mengakui sempat merasakan ketakutan ketika memasuki lapangan. Namun, rasa takut tersebut bukan berasal dari lawan yang dihadapi, melainkan dari kekhawatiran tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik setelah cukup lama tidak mengikuti kompetisi.
Perasaan seperti itu merupakan tantangan yang sering dialami atlet setelah absen dari pertandingan. Ritme kompetisi yang berbeda dengan latihan membuat adaptasi menjadi hal penting sebelum kembali tampil maksimal.
Dalam situasi tersebut, peran pelatih menjadi sangat berarti. Dhinda mengungkapkan bahwa pelatih terus memberikan keyakinan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk memenangkan pertandingan. Dukungan tersebut membuatnya mampu menghilangkan keraguan dan bermain lebih percaya diri.
Selain aspek mental, keberhasilan Dhinda juga menunjukkan kesiapan fisiknya. Menjalani dua pertandingan dalam sehari membutuhkan stamina yang kuat agar kualitas permainan tetap terjaga hingga pertandingan terakhir.
Kini, Dhinda resmi bergabung dengan Thalita Ramadhani Wiryawan sebagai wakil Indonesia di sektor tunggal putri pada babak utama Taipei Open 2026. Kehadiran dua atlet tersebut menjadi harapan bagi Indonesia untuk meraih prestasi pada turnamen internasional tersebut.
Dhinda sendiri tidak ingin berhenti hanya dengan lolos dari babak kualifikasi. Ia telah menetapkan target yang lebih tinggi, yakni mampu melangkah hingga semifinal. Target tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa pada setiap pertandingan.
Babak utama tentu akan menghadirkan lawan-lawan dengan kualitas yang lebih tinggi. Namun, pengalaman berhasil mengatasi tekanan mental di babak kualifikasi menjadi bekal penting bagi Dhinda. Dengan kepercayaan diri yang semakin tumbuh, peluang untuk memberikan hasil terbaik masih terbuka lebar.***