Indonesiaku.co – Apple dikabarkan akan melakukan perubahan strategi dalam pengembangan lini MacBook Pro mulai 2027.
Perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut disebut tidak lagi melanjutkan pengembangan model premium tanpa layar sentuh.
Keputusan ini berkaitan dengan rencana Apple untuk mengalihkan seluruh jajaran laptop premiumnya menuju teknologi layar sentuh.
Langkah tersebut bukan hanya menyangkut perubahan fitur pada perangkat, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi pengembangan produk.
Selama ini, menghadirkan dua varian MacBook Pro dengan teknologi layar berbeda membutuhkan proses pengembangan yang tidak sederhana.
Apple harus menyesuaikan berbagai aspek perangkat keras, desain, strategi pemasaran, hingga proses manufaktur untuk masing-masing model.
Kondisi tersebut dinilai dapat menambah beban pekerjaan tim rekayasa dan meningkatkan kompleksitas rantai produksi.
Dengan mengarahkan seluruh lini premium menuju satu teknologi layar, Apple diperkirakan dapat menyederhanakan pengembangan produk pada masa mendatang.
Rencana tersebut diperkirakan mulai diterapkan ketika generasi kedua MacBook Pro berlayar sentuh diperkenalkan pada 2027.
Perangkat terbaru tersebut disebut akan membawa teknologi layar sentuh yang dipadukan dengan panel OLED.
Selain itu, integrasi antarmuka Dynamic Island juga menjadi salah satu fitur yang dikaitkan dengan model tersebut.
Kehadiran teknologi ini diperkirakan menjadi bagian dari pembaruan pengalaman penggunaan MacBook Pro.
Dari sisi performa, Apple disebut sedang mempersiapkan chip M7 Pro dan M7 Max.
Kedua chip tersebut dirancang dengan optimasi perangkat keras untuk mendukung integrasi fitur kecerdasan artifisial atau AI.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Apple juga memperhatikan kebutuhan komputasi modern yang semakin banyak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Di samping model premium, perusahaan juga dikabarkan menyiapkan MacBook Pro 14 inci kelas entry-level dengan chip M7.
Model tersebut diperkirakan memiliki desain lebih tipis dan ringan.
Bezel layar yang lebih ramping juga menjadi salah satu pembaruan yang disiapkan agar tampilannya semakin menyerupai perangkat MacBook kelas atas.
Sementara itu, penggunaan teknologi layar sentuh diperkirakan membuat harga perangkat menjadi lebih tinggi.
Selisih harga antara MacBook Pro berlayar sentuh dan varian tanpa layar sentuh saat ini mencapai sekitar 400 dolar AS atau setara Rp7,25 juta.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan panel OLED, teknologi sentuh, serta integrasi Dynamic Island.
Meskipun demikian, Apple diperkirakan tetap mempertahankan pemasaran MacBook Pro dengan chip M5 Pro dan M5 Max tanpa layar sentuh yang baru saja dirilis.
Namun, model tersebut diperkirakan menjadi salah satu generasi terakhir untuk kategori MacBook Pro premium tanpa layar sentuh.
Jika strategi ini benar-benar diterapkan, Apple akan memasuki babak baru dalam pengembangan laptop profesionalnya.
Perusahaan tidak hanya berupaya menghadirkan teknologi yang lebih modern, tetapi juga menyederhanakan proses pengembangan agar lebih terarah.
Perubahan tersebut nantinya dapat memengaruhi pilihan konsumen yang selama ini menggunakan MacBook Pro dengan layar konvensional.***