Indonesiaku.co – Laporan serangan di wilayah Rafah dan Khan Younis kembali menambah daftar korban jiwa di Jalur Gaza.
Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas setelah drone Israel menyerang sebuah pos pemeriksaan di Mawasi, Rafah. Dalam insiden terpisah, seorang warga Palestina juga dilaporkan meninggal akibat serangan udara di daerah Al-Bayouk, Khan Younis.
Sumber setempat menyebutkan bahwa drone Israel menembakkan rudal ke pos pemeriksaan yang dioperasikan oleh Otoritas Penyeberangan dan Perbatasan yang dikelola Hamas. Lokasi tersebut berada di Mawasi, wilayah Rafah di Gaza selatan.
Selain tiga korban tewas, sejumlah orang dilaporkan terluka. Beberapa di antaranya mengalami luka serius sehingga membutuhkan penanganan medis.
Para korban dalam insiden di Rafah disebut bekerja di sejumlah lembaga pemerintahan Gaza, yaitu otoritas pertanian, otoritas ekonomi, serta otoritas umum perminyakan dan gas. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber setempat yang memberikan keterangan mengenai kejadian itu.
Sementara itu, sumber medis melaporkan seorang warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Al-Bayouk, Khan Younis. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sekelompok orang di kawasan yang berada di bagian tengah Khan Younis.
Militer Israel belum memberikan komentar terkait serangan yang dilaporkan terjadi di Rafah. Belum ada keterangan resmi dari pihak militer tersebut mengenai rincian insiden maupun alasan serangan yang disebutkan dalam laporan.
Kedua peristiwa itu terjadi ketika kondisi keamanan di Gaza masih menjadi perhatian setelah gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Meskipun gencatan senjata telah dimulai, laporan mengenai korban tewas dan luka masih terus muncul.
Dalam laporan hariannya, otoritas kesehatan Gaza menyatakan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata berlaku telah mencapai 1.568 orang. Selain itu, sebanyak 5.649 orang lainnya dilaporkan terluka selama periode tersebut.
Otoritas kesehatan juga menyampaikan angka kumulatif korban sejak konflik Israel-Palestina pecah pada 7 Oktober 2023. Hingga laporan tersebut disampaikan, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 74.564 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 175.770 orang.
Angka-angka tersebut memperlihatkan besarnya dampak konflik terhadap masyarakat di Gaza. Korban jiwa dan luka dalam jumlah besar juga menunjukkan kebutuhan berkelanjutan terhadap layanan kesehatan, penanganan darurat, serta dukungan bagi warga yang terdampak.
Meski data tersebut memberikan gambaran mengenai dampak kemanusiaan, rincian setiap insiden tetap perlu dibedakan dari angka kumulatif yang dilaporkan otoritas kesehatan. Informasi mengenai serangan di Rafah berasal dari sumber setempat, sedangkan korban di Khan Younis dilaporkan oleh sumber medis.
Belum adanya komentar dari militer Israel membuat sejumlah rincian mengenai kedua insiden tersebut masih belum memperoleh tanggapan dari pihak yang dituduh melakukan serangan. Perkembangan lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas informasi yang tersedia.
Laporan dari Rafah dan Khan Younis kembali menempatkan keselamatan warga Palestina sebagai perhatian utama di tengah situasi keamanan Gaza yang belum sepenuhnya stabil.***