Indonesiaku.co – Teknologi kaca menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pengembangan ponsel lipat.
Setelah muncul laporan mengenai bagian tengah layar iPhone Duo yang terasa lebih lembek ketika ditekan, pembocor teknologi Ice Universe berspekulasi bahwa karakteristik tersebut mungkin berkaitan dengan penggunaan kaca berketebalan variabel.
iPhone Duo sendiri dikabarkan menjadi ponsel pintar lipat pertama Apple. Menurut laporan pengguna bernama Kang di jejaring sosial Weibo, perangkat tersebut memiliki tampilan layar yang nyaris tidak memperlihatkan bekas lipatan.
Namun, bagian yang seharusnya menekuk saat perangkat dibuka dan ditutup disebut terasa lebih lunak dibandingkan area lain.
Kang mengatakan bahwa tekanan yang lebih kuat dapat membuat bagian tengah layar terlihat lebih tertekan. Jika tekanan diberikan lebih lama, kerutan juga dilaporkan dapat muncul pada lapisan layar. Meski demikian, permukaan tersebut disebut bisa kembali halus ketika jari digerakkan di atasnya.
Pengalaman itu kemudian dibagikan lebih luas oleh Ice Universe pada Selasa (20/10) waktu setempat. Kang juga menyebut beberapa unit yang telah diuji menunjukkan respons serupa. Kendati demikian, laporan tersebut belum membuktikan bahwa kondisi itu merupakan kerusakan atau kelemahan yang pasti dialami semua perangkat.
Dalam komentarnya, Ice Universe mengaitkan kemungkinan karakteristik tersebut dengan struktur kaca yang memiliki ketebalan berbeda pada bagian tertentu. Salah satu teknologi yang relevan adalah Corning VtG, yang telah diperkenalkan produsen kaca asal Amerika Serikat, Corning, beberapa tahun lalu.
Konsep kaca berketebalan variabel dirancang untuk menjawab kebutuhan perangkat dengan layar lipat. Area di atas engsel membutuhkan material yang cukup fleksibel agar dapat mengikuti gerakan ketika perangkat dibuka dan dilipat. Di sisi lain, bagian layar lainnya perlu memiliki ketahanan yang memadai untuk mendukung penggunaan sehari-hari.
Dalam penjelasannya, Corning menyebut desain tersebut memungkinkan perangkat menekuk di area engsel, sementara bagian kaca lainnya dibuat lebih tebal untuk membantu meningkatkan daya tahan. Dengan pendekatan itu, struktur kaca tidak harus memiliki ketebalan seragam di seluruh permukaan.
Meski terdengar sesuai dengan kebutuhan ponsel lipat, penggunaan teknologi tersebut pada iPhone Duo belum dapat dipastikan. Apple belum mengonfirmasi apakah perangkatnya memakai Corning VtG atau teknologi kaca lain dengan pendekatan serupa.
Karena belum ada keterangan resmi, hubungan antara teknologi kaca berketebalan variabel dan sensasi lembek pada layar masih berupa dugaan. Karakteristik yang dilaporkan juga belum cukup untuk menentukan apakah layar memiliki kelemahan struktural atau sekadar respons material pada area yang dirancang fleksibel.
Pengembangan ponsel lipat memang melibatkan kompromi antara kelenturan, ketebalan, dan ketahanan material. Bagian yang harus menekuk membutuhkan rancangan khusus, tetapi area tersebut juga perlu mampu menghadapi tekanan dan siklus buka-tutup berulang.
Oleh karena itu, penilaian terhadap layar iPhone Duo tidak bisa hanya didasarkan pada seberapa jelas bekas lipatannya terlihat. Respons permukaan, kemampuan kembali ke bentuk semula, serta ketahanan dalam penggunaan jangka panjang juga perlu diuji.
Informasi lebih lanjut dari Apple dan hasil pengujian independen akan dibutuhkan untuk memahami teknologi yang digunakan serta menjelaskan karakteristik layar yang dilaporkan. Sampai saat itu, Corning VtG tetap menjadi salah satu kemungkinan yang dispekulasikan, bukan teknologi yang telah dipastikan tertanam pada iPhone Duo.***