Indonesiaku.co – Perjuangan Janice Tjen di Cincinnati Open 2026 berakhir setelah petenis Indonesia tersebut dikalahkan Mirra Andreeva pada babak 16 besar.
Andreeva memenangkan pertandingan dengan skor 6-1, 7-6(5), setelah set kedua berlangsung sangat ketat hingga harus ditentukan melalui tiebreak.
Pertandingan di Lindner Family Tennis Center, Mason, Ohio, tersebut memperlihatkan dominasi Andreeva pada set pertama dan perlawanan kuat Janice pada set kedua. Janice sempat berada dalam posisi untuk memperpanjang pertandingan, tetapi Andreeva mampu mengamankan kemenangan pada momen krusial.
Pada awal pertandingan, Andreeva langsung tampil agresif. Ia mampu mengambil beberapa gim pertama dan membangun keunggulan dengan cepat. Janice kemudian mendapatkan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan.
Janice berhasil mencatat satu gim sehingga kedudukan menjadi 1-2. Namun, Andreeva segera merespons dan kembali mengontrol jalannya set pertama.
Petenis Rusia tersebut mampu menjaga tekanan hingga set pertama berakhir. Andreeva menutup set pembuka dengan skor 6-1.
Situasi kemudian berubah pada set kedua. Janice tampil lebih kompetitif dan mampu menjaga jarak perolehan angka. Permainan menjadi lebih seimbang sehingga kedua pemain harus berjuang mendapatkan setiap gim.
Janice menunjukkan kemampuan untuk bangkit setelah tertinggal pada set pertama. Ia tidak membiarkan Andreeva menyelesaikan pertandingan dengan cepat dan terus menjaga peluang untuk memaksakan set ketiga.
Perolehan angka berlangsung ketat hingga kedudukan mencapai 6-6. Kondisi tersebut membuat set kedua harus dilanjutkan ke tiebreak.
Tiebreak menjadi penentu penting dalam pertandingan. Janice mengawali fase tersebut dengan cukup baik dan sempat unggul 4-3. Keunggulan tersebut membuka peluang bagi Janice untuk merebut set kedua.
Namun, Andreeva mampu membalikkan keadaan. Ia memenangkan poin-poin berikutnya dan akhirnya mengamankan tiebreak dengan skor 7-5.
Dengan hasil tersebut, Andreeva memenangkan set kedua 7-6 dan sekaligus memastikan kemenangan pertandingan dengan skor 6-1, 7-6(5).
Hasil tersebut juga menegaskan bahwa perbedaan permainan kedua pemain sangat terlihat antara set pertama dan kedua. Andreeva tampil dominan pada set pembuka, sementara Janice berhasil meningkatkan level permainannya setelah pergantian set.
Statistik pertandingan yang dibagikan dalam laporan pertandingan menunjukkan Andreeva mengungguli Janice dalam sejumlah aspek, termasuk total poin yang dimenangkan. Andreeva meraih 79 poin berbanding 63 poin milik Janice. Ia juga mencatat 19 winner, sedangkan Janice menghasilkan 14 winner.
Meski demikian, Janice memiliki catatan positif dalam pertandingan tersebut. Ia mampu memenangkan 68 persen poin dari servis pertamanya dan menyelamatkan tujuh dari 10 break point yang dihadapinya, berdasarkan statistik pertandingan.
Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Janice mampu meningkatkan performanya setelah mengalami kesulitan pada set pertama. Ketika permainan memasuki fase penting, ia bahkan berhasil membuat Andreeva harus melalui tiebreak.
Bagi Andreeva, kemenangan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan Cincinnati Open. Petenis Rusia itu melanjutkan perjuangannya setelah mengalahkan Janice pada putaran ketiga.
Sementara itu, Janice harus mengakhiri turnamen setelah mencapai babak 16 besar. Pencapaian tersebut tetap menjadi hasil yang positif mengingat persaingan di turnamen WTA 1000 sangat ketat.
Janice juga memiliki perkembangan peringkat yang signifikan sepanjang 2026. Data WTA mencatat ia melakukan debut di jajaran Top 50 pada 2 Februari 2026.
Pengalaman menghadapi Andreeva dapat menjadi modal penting bagi Janice untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Terutama setelah ia mampu mengubah pertandingan yang awalnya berlangsung berat menjadi persaingan ketat pada set kedua.
Kekalahan di tiebreak memang menutup peluang Janice untuk melanjutkan turnamen. Namun, perjuangan hingga skor 6-6 pada set kedua menunjukkan bahwa pertandingan tidak berakhir dengan mudah bagi Andreeva.***