Indonesiaku.co – Perjalanan tim nasional Argentina di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan rasa kecewa setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final yang berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat.
Kekalahan tersebut menghentikan langkah Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih empat tahun sebelumnya. Meski hasil akhir tidak berpihak kepada Argentina, sang kapten Lionel Messi tetap memilih melihat perjuangan timnya dari sisi yang lebih positif.
Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Selama lebih dari 100 menit, kedua tim saling menampilkan permainan disiplin dan berusaha mencari celah untuk mencetak gol. Namun, satu momen dari Torres akhirnya memastikan Spanyol kembali menjadi juara dunia setelah penantian selama 16 tahun.
Bagi Lionel Messi, kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan. Pada usia 39 tahun, final Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi kesempatan terakhirnya tampil di ajang sepak bola terbesar dunia. Karena itu, kegagalan meraih gelar kedua bersama Argentina tentu meninggalkan penyesalan yang mendalam.
Melalui akun media sosial pribadinya, Messi mengungkapkan isi hatinya kepada publik. Ia mengakui rasa sedih akibat kekalahan tersebut sangat besar dan tidak akan hilang dalam waktu singkat.
Menurutnya, luka karena gagal di partai final membutuhkan waktu untuk disembuhkan. Namun, ia tidak ingin hanya mengingat hasil pertandingan terakhir. Messi memilih mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama rekan-rekannya sejak awal turnamen.
Ia menyebut seluruh pemain telah memberikan segalanya di atas lapangan. Setiap pertandingan dijalani dengan penuh semangat, pengorbanan, dan keinginan kuat untuk kembali membawa kebanggaan bagi rakyat Argentina.
Messi juga menyoroti dukungan luar biasa yang diberikan masyarakat sepanjang Piala Dunia 2026. Dari fase grup hingga partai final, para pendukung terus memberikan semangat kepada tim nasional.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan yang membuat Argentina mampu melewati berbagai pertandingan sulit.
Perjalanan menuju final memang tidak mudah. Setelah tampil meyakinkan pada fase grup, Argentina harus menghadapi lawan-lawan tangguh di babak gugur.
Beberapa kemenangan bahkan diraih melalui gol-gol dramatis pada menit-menit akhir pertandingan yang menunjukkan karakter kuat skuad Albiceleste.
Sebagai kapten, Messi tampil konsisten sepanjang turnamen. Ia mencetak delapan gol dan menyumbangkan empat assist yang menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh selama kompetisi berlangsung.
Catatan tersebut membuatnya finis sebagai pencetak gol terbanyak kedua di Piala Dunia 2026, hanya kalah dari penyerang Prancis Kylian Mbappe yang mengoleksi sepuluh gol.
Tidak hanya produktif dalam mencetak gol, Messi juga menjadi pusat permainan Argentina melalui kreativitas, visi bermain, dan kepemimpinan di atas lapangan.
Banyak pengamat menilai performanya masih berada pada level elite meski usianya mendekati empat dekade.
Dalam pesannya, Messi mengingatkan bahwa pencapaian Argentina tidak boleh dipandang hanya dari hasil pertandingan final.
Ia menilai keberhasilan mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun merupakan prestasi luar biasa yang tidak mudah dicapai oleh negara mana pun.
Menurutnya, konsistensi tampil di level tertinggi menjadi bukti bahwa Argentina masih termasuk kekuatan utama sepak bola internasional.
Messi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota tim pelatih, staf, dan para pemain yang telah bekerja keras selama kompetisi.
Ia merasa bangga menjadi bagian dari kelompok yang memiliki semangat juang tinggi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk negaranya.
Di tengah rasa kecewa, Messi tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan ucapan selamat kepada tim nasional Spanyol.
Ia mengakui La Roja tampil sangat konsisten sepanjang turnamen dan layak membawa pulang trofi juara dunia.
Spanyol memang menunjukkan performa impresif sejak fase grup hingga partai final dengan permainan kolektif yang solid dan efektif.
Kemenangan atas Argentina menjadi penutup sempurna bagi perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, masa depan Messi bersama tim nasional masih menjadi tanda tanya. Banyak pihak meyakini bahwa Piala Dunia 2026 merupakan penampilan terakhirnya di ajang tersebut.
Pada Piala Dunia 2030 nanti, usia Messi diperkirakan telah mencapai 43 tahun sehingga peluang tampil kembali sangat kecil.
Meski demikian, hingga kini Messi belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan pensiun dari tim nasional Argentina.
Apa pun keputusan yang akan diambil nanti, perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia 2026 telah kembali memperlihatkan kualitas, dedikasi, dan kecintaannya terhadap Argentina. Walaupun gagal mengakhiri turnamen dengan trofi juara, ia tetap meninggalkan warisan besar sebagai kapten yang berhasil membawa negaranya tampil di dua final Piala Dunia berturut-turut dan terus menginspirasi generasi sepak bola berikutnya.***