Sistem Pertahanan Udara Terpadu Iran Hancurkan Drone MQ-9 AS di Provinsi Hormozgan

Indonesiaku.co – Pasukan pertahanan udara Iran kembali menunjukkan kesiapan tempur mereka dalam menjaga wilayah kedaulatan udara nasional.

Pada Jumat 6 November 2026 militer Iran mengumumkan penembakan jatuh drone MQ-9 milik Amerika Serikat.

Operasi militer tersebut berhasil dilaksanakan di atas kawasan udara Pulau Qeshm Provinsi Hormozgan.

Sistem pertahanan udara canggih yang bekerja dalam jaringan terpadu menjadi alat utama pelumpuhan drone tersebut.

Kabar penembakan drone pengintai ini dilaporkan secara luas oleh kantor berita resmi Iran Tasnim.

Militer Iran melayangkan tuduhan tegas bahwa pesawat tanpa awak tersebut dikirim oleh tentara teroris Amerika.

Aksi penembakan ini merupakan bentuk tindakan tegas Iran terhadap setiap upaya invasi udara dari pihak asing.

Baca Juga:  Operasi Evakuasi Berakhir, Seluruh Korban Ledakan Terowongan di India Ditemukan Meninggal

Pihak otoritas Amerika Serikat sendiri memilih belum memberikan tanggapan resmi atas klaim penembakan tersebut.

Pulau Qeshm tempat insiden itu terjadi merupakan pulau terluas yang dimiliki Iran di wilayah selatan.

Lokasinya yang berdekatan dengan Selat Hormuz menjadikan pulau ini titik krusial dalam pertahanan maritim Iran.

Selat Hormuz merupakan urat nadi transportasi energi internasional yang menghubungkan area Teluk dengan Teluk Oman.

Kawasan perairan strategis ini kerap diwarnai gesekan militer akibat tingginya patroli udara dan laut pasukan asing.

Iran menegaskan tidak akan menoleransi setiap penerbangan tanpa izin di kawasan udara Pulau Qeshm dan sekitarnya.

Peristiwa ini membuktikan bahwa potensi pergesekan militer di Selat Hormuz masih sangat tinggi.

Baca Juga:  Rudal Balistik Korea Utara Terbang 450 Kilometer, Diluncurkan dari Wonsan

Seluruh jajaran pasukan pertahanan udara Iran tetap disiagakan untuk mengamankan seluruh batas kedaulatan negara.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *