Taman Sari Gunongan dan Pinto Khop, Dua Peninggalan yang Mengajak Wisatawan Mengenal Sejarah Aceh

Indonesiaku.co – Wisata sejarah di Banda Aceh tidak hanya menawarkan bangunan lama, tetapi juga cerita yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan keluarga kerajaan pada masa lampau.

Salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi adalah Taman Sari Gunongan, yang memiliki hubungan sejarah dengan Pinto Khop dan lingkungan taman kerajaan.

Gunongan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, sekitar 1607–1636. Pembangunannya berkaitan dengan Putroe Phang, permaisuri sultan yang berasal dari Pahang.

Bangunan tersebut dipercaya menjadi bentuk perhatian Sultan Iskandar Muda untuk menghadirkan suasana yang mengingatkan permaisurinya pada lingkungan asalnya.

Gunongan memiliki bentuk yang khas dengan struktur bertingkat dan tampilan menyerupai bunga. Keunikan tersebut menjadikannya berbeda dari bangunan peninggalan kerajaan yang umumnya lebih dikenal karena fungsi pertahanan atau pemerintahan. Gunongan justru memperlihatkan sisi lain kehidupan istana, terutama pemanfaatan taman sebagai tempat beristirahat dan menikmati suasana.

Baca Juga:  Tokyo Tower Masih Jadi Favorit Wisatawan, Simbol Jepang Modern yang Sarat Sejarah

Tidak jauh dari cerita mengenai Gunongan, terdapat Pinto Khop yang dikenal sebagai gerbang kecil dengan bentuk berkubah. Bangunan ini memiliki hubungan dengan kawasan taman kerajaan dan menjadi bagian dari lingkungan bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Putroe Phang.

Keberadaan Gunongan dan Pinto Khop memberikan gambaran bahwa lingkungan kerajaan dahulu dirancang dengan memperhatikan hubungan antarruang. Taman, gerbang, dan bangunan lainnya memiliki peran dalam membentuk kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan, tetapi juga sebagai ruang untuk bersantai.

Bagi wisatawan, mengunjungi kedua peninggalan ini dapat menjadi cara sederhana untuk memahami sejarah Aceh. Pengunjung bisa mengamati bentuk bangunan, mengenali karakter arsitekturnya, serta mempelajari kisah yang melatarbelakangi keberadaannya. Aktivitas tersebut cocok dilakukan oleh wisatawan yang tertarik pada sejarah, budaya, dan fotografi.

Baca Juga:  Menyusuri Keindahan Seopjikoji Jeju dengan Laut Biru Padang Rumput dan Lanskap Vulkanik

Kawasan Gunongan juga dapat menjadi pilihan kunjungan bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan melihat langsung peninggalan sejarah, pembelajaran tentang Kesultanan Aceh menjadi lebih konkret. Cerita tentang Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang dapat dipahami melalui bangunan yang masih berdiri sebagai bagian dari warisan masa lalu.

Ketika berkunjung, wisatawan sebaiknya tetap menjaga kebersihan dan menghormati aturan yang berlaku di kawasan tersebut. Pengunjung juga perlu menghindari tindakan yang dapat merusak bangunan bersejarah, seperti mencoret permukaan atau memanjat bagian yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.

Taman Sari Gunongan dan Pinto Khop memperlihatkan bahwa sejarah dapat dikenali melalui bangunan, tata ruang, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keduanya menjadi pengingat akan perjalanan panjang kebudayaan Aceh sekaligus destinasi yang menarik bagi siapa pun yang ingin mengenal Banda Aceh lebih dekat.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *