Perjalanan Seraf Naro Siregar dari Perunggu Hangzhou hingga Medali Pertama Indonesia di Aichi-Nagoya

Indonesiaku.co – Sumaya berhasil melaju ke final tunggal putri teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah melewati perjalanan panjang sejak fase Grup B. Atlet Indonesia tersebut akhirnya mengamankan tiket partai puncak setelah menaklukkan wakil India Quimcy Joaquim Dsouza di semifinal.

Pertandingan semifinal berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Jepang, Sabtu. Sumaya mengalahkan Quimcy dalam tiga gim dengan skor 7-12, 12-9, 12-7.

Perjalanan Sumaya dimulai dari Grup B. Pada pertandingan pertamanya, ia menghadapi wakil Lebanon Dandal Kamar. Sumaya berhasil meraih kemenangan dengan skor 12-9, 12-11.

Namun, kemenangan tersebut belum membuat perjalanannya berjalan mulus. Pada pertandingan berikutnya, Sumaya berhadapan dengan wakil Myanmar Wai Khin Hnin.

Dalam pertandingan tersebut, Sumaya harus menerima kekalahan setelah kalah dua gim langsung dengan skor 10-12, 8-12.

Baca Juga:  Kalender MotoGP 2027 Bertambah Jadi 22 Seri, Mandalika Dijadwalkan Sebelum Australia

Ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk bangkit saat menghadapi wakil Kirgizstan Aidana Otorbaeva. Pertandingan berlangsung hingga tiga gim.

Sumaya sempat kehilangan gim pertama dengan skor 6-12. Namun, ia mampu mengubah permainan pada dua gim berikutnya dan menang 12-6, 12-6.

Hasil tersebut menempatkan Sumaya di posisi kedua Grup B. Posisi tersebut membuatnya harus menjalani babak repechage sebelum dapat melangkah lebih jauh dalam kompetisi.

Pada babak repechage, Sumaya menghadapi atlet Kamboja DY Koemyean. Kali ini ia mampu meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 12-8, 12-7.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Sumaya ke semifinal. Di babak empat besar, tantangan datang dari wakil India Quimcy Joaquim Dsouza.

Baca Juga:  Yui Hasegawa Kembali Masuk Nominasi Pemain Internasional Terbaik AFC untuk Ketiga Kalinya

Pertandingan semifinal kembali berlangsung sengit. Quimcy lebih dulu menguasai gim pertama dan menciptakan keunggulan 5-1. Sumaya mencoba mengejar, tetapi Quimcy tetap unggul hingga akhir dan menang 12-7.

Memasuki gim kedua, Sumaya mulai mengendalikan permainan. Ia unggul 2-0 sebelum Quimcy menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Persaingan kemudian berlangsung ketat hingga skor 8-8. Sumaya sempat unggul 9-8 dan kembali disamakan menjadi 9-9.

Tiga poin berikutnya menjadi milik Sumaya. Ia pun merebut gim kedua dengan skor 12-9 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Pada gim penentuan, Quimcy kembali memimpin 3-0. Sumaya perlahan memangkas selisih melalui permainan menyerang dan servis kuat.

Quimcy sempat unggul 7-3 sebelum time out. Setelah permainan dilanjutkan, Sumaya mencetak empat poin berturut-turut dan menyamakan skor menjadi 7-7.

Baca Juga:  Tim 9 Kejagung Amankan Puluhan Aset dalam Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah

Setelah itu, Sumaya berbalik unggul 8-7 ketika bola lawan keluar. Ia terus menjaga tekanan hingga unggul 10-7.

Gim ketiga akhirnya ditutup dengan skor 12-7 untuk Sumaya. Kemenangan tersebut memastikan dirinya tampil di final.

Dengan keberhasilan tersebut, Indonesia sudah memastikan sedikitnya medali perak dari nomor tunggal putri teqball. Sumaya kini memiliki kesempatan untuk mengejar medali emas pada pertandingan final.

Keberhasilan mencapai partai puncak juga memastikan Indonesia meraih medali pertama dari cabang olahraga teqball dalam sejarah keikutsertaannya di Asian Games. Perjalanan Sumaya dari fase grup hingga semifinal menjadi bagian dari pencapaian tersebut.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *