Pencarian KM Arupadatu I Meluas ke Samudra Hindia, Sektor C Capai 3.380 NM Persegi

Indonesiaku.co – Pencarian kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan kru memasuki hari ke-10 pada Kamis. Dalam operasi terbaru, Basarnas memperluas area pencarian hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi atau lebih luas dibandingkan cakupan 3.439 NM persegi pada hari sebelumnya.

Perluasan pencarian dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi SAR. Wilayah tersebut dibagi menjadi 10 sektor utama dengan dukungan 24 kapal gabungan.

Salah satu sektor yang mendapat cakupan wilayah terbesar adalah Sektor C. Berdasarkan rencana operasi, sektor ini memiliki luas 3.380 NM persegi. KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar dikerahkan untuk menyisir wilayah tersebut.

Area Sektor C membentang hingga memasuki perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing dan mengarah menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu. Penyisiran dilakukan sebagai bagian dari perluasan pencarian untuk menjangkau wilayah yang telah ditentukan berdasarkan rencana operasi.

Baca Juga:  Jejak Karier Sudaryono, Dari Anak Petani hingga Memimpin Badan Gizi Nasional

Selain Sektor C, pencarian juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya. Sektor A memiliki luas 1.156 NM persegi dan dikawal KN 213 Bengkulu di perairan barat Sumatera. Sektor B seluas 494 NM disisir RIB 020 dengan memutari Pulau Enggano.

Sektor D memiliki cakupan 637 NM dan disisir KRI Teluk Gilimanuk serta KN SAR Antasena. Wilayahnya berada di barat laut Pulau Panaitan hingga menuju pintu Samudra Hindia arah barat laut.

Di kawasan Lampung, terdapat tiga sektor pencarian. Sektor E seluas 542 NM berada di selatan Teluk Semangka dan disisir KRI Kerambit. Sektor F mencakup 484 NM dan menjadi area penyisiran KN SAR Basudewa yang memutari Pulau Tabuan.

Baca Juga:  Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang Hilang Kontak Setelah Cuaca Buruk

Sektor G memiliki luas 316 NM. Wilayah tersebut dikawal RIB 02 Lampung, KRI Lepu, dan KAL Pahawang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.

Pencarian di kawasan Banten juga dibagi dalam tiga sektor. Sektor H memiliki luas 589 NM dan disisir KN SAR Tetuka bersama lima kapal lain dari selatan Anak Krakatau hingga Pulau Panaitan.

Sektor I mencakup 397 NM dan meliputi pesisir Anyer, Carita hingga Sumur. Sementara itu, Sektor J dengan luas 114 NM mencakup perairan Anyer hingga Merak.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan keseluruhan wilayah yang dibagi menjadi 10 sektor telah mempertimbangkan kemungkinan pergeseran kapal maupun person on board (POB) yang dicari.

Selain pencarian di laut, tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) dan pihak terkait untuk memperketat pemantauan e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda.

Baca Juga:  Hari ke-12 SAR KMP Virgo Transport 8 Fokus Penyelaman dan Evakuasi Korban yang Masih Terjebak

Kondisi cuaca turut menjadi perhatian dalam operasi. Berdasarkan analisis BMKG, cuaca diperkirakan berawan dengan tinggi gelombang 0,5-3,5 meter dan angin 10-20 knot.

Selain cuaca, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi faktor yang diperhatikan. PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga dan disertai aktivitas gempa vulkanik dangkal.

Dengan pembagian sektor tersebut, tim SAR gabungan melakukan pencarian di wilayah yang luas, mulai dari perairan barat Sumatera dan Lampung hingga kawasan Banten serta wilayah yang mengarah ke Samudra Hindia.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *