Harga iPhone 17e dan iPhone 16 Ikut Melonjak Naik Usai iPhone 18 Meluncur

Indonesiaku.co – Apple dikabarkan mengubah harga sejumlah perangkat iPhone setelah meluncurkan generasi terbaru. Kenaikan harga tersebut terjadi pada iPhone 17, iPhone 17e, iPhone Air, serta iPhone 16 di beberapa pasar utama, termasuk Amerika Serikat dan India.

Informasi mengenai perubahan harga itu disampaikan Gizmochina dalam siaran Jumat (11/9/2026). Di pasar Amerika Serikat, masing-masing model disebut mengalami kenaikan sekitar 100 dolar AS atau setara dengan kurang lebih Rp1,7 juta.

iPhone 17 kini memiliki harga awal 899 dolar AS atau sekitar Rp15,8 juta. Adapun iPhone 17e dipasarkan dengan harga dasar 699 dolar AS atau sekitar Rp12,3 juta.

Untuk iPhone Air, harga awalnya mencapai 1.099 dolar AS atau sekitar Rp19,3 juta. Sementara itu, iPhone 16 dengan kapasitas penyimpanan 128GB dibanderol mulai 799 dolar AS atau sekitar Rp17 juta.

Baca Juga:  vivo X500E Diprediksi Hadir dengan Kamera Periskop dan Baterai 7.500 mAh

Kenaikan harga tersebut cukup menarik perhatian karena iPhone 16 dan iPhone 17e merupakan model yang secara posisi berada di bawah perangkat terbaru Apple. Konsumen biasanya mengharapkan harga generasi sebelumnya turun setelah produk baru diperkenalkan.

Namun, Apple justru menaikkan harga sejumlah model yang masih tersedia. Perubahan itu berlangsung setelah perusahaan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone Duo serta menghentikan penjualan langsung iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max.

Di India, penyesuaian harga juga terlihat pada model-model yang sama. iPhone 17 dipasarkan dengan harga awal 99.900 rupee atau sekitar Rp18,4 juta. iPhone Air dijual mulai 149.900 rupee atau sekitar Rp27,6 juta.

Sementara itu, iPhone 17e memiliki harga awal 79.900 rupee atau sekitar Rp14,7 juta. Untuk iPhone 16, harga jualnya dimulai dari 89.900 rupee atau sekitar Rp16,5 juta.

Baca Juga:  Xiaomi Berpotensi Akhiri Seri Civi, Fokus Produk Diprediksi Beralih ke T-Series

Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan strategi pemasaran Apple setelah peluncuran iPhone 18. Selain faktor strategi produk, kenaikan biaya komponen juga dinilai menjadi salah satu alasan yang mungkin memengaruhi harga perangkat.

Pasokan cip memori yang masih terbatas menjadi perhatian dalam industri teknologi. Kondisi tersebut dikaitkan dengan tingginya permintaan dari pusat data yang membutuhkan komponen untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian teknologi kecerdasan artifisial.

Keterbatasan pasokan dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya produksi. Apple sebelumnya juga dikabarkan telah menaikkan harga beberapa perangkat lain, seperti Mac, iPad, dan HomePod.

Meski harga resmi mengalami peningkatan, pelanggan masih memiliki peluang mendapatkan perangkat dengan harga lebih rendah. Operator seluler biasanya menawarkan paket pembelian, cicilan, atau potongan harga tertentu.

Baca Juga:  Huawei Ungkap Mate XT 2 dengan Mekanisme Lipat ke Dalam

Selain itu, program tukar tambah juga dapat membantu mengurangi biaya pembelian. Melalui program tersebut, konsumen dapat menyerahkan perangkat lama untuk memperoleh nilai penggantian yang digunakan sebagai potongan harga.

Konsumen yang berencana membeli iPhone sebaiknya tidak hanya mengandalkan harga dasar. Perbandingan antara harga resmi, promo operator, dan program tukar tambah dapat membantu menentukan pilihan yang paling sesuai dengan anggaran.

Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa peluncuran generasi baru tidak selalu membuat seluruh model lama menjadi lebih murah. Kebijakan harga Apple kali ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah perubahan biaya komponen dan tingginya kebutuhan industri teknologi terhadap cip memori.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *