Musim Dingin Jadi Waktu Favorit ke Jigokudani, Saksikan Monyet Jepang Berendam di Air Panas

Indonesiaku.co – Musim dingin menjadi salah satu periode yang paling menarik untuk mengunjungi Taman Monyet Jigokudani di Nagano, Jepang. Pada saat suhu udara turun dan salju menyelimuti kawasan pegunungan, wisatawan berkesempatan menyaksikan Japanese macaque atau monyet Jepang berada di kolam air panas.

Fenomena tersebut menjadi daya tarik utama Jigokudani Yaen Koen. Taman ini terletak di lembah Sungai Yokoyu pada ketinggian sekitar 850 meter. Lingkungan pegunungan tersebut mengalami musim dingin yang cukup berat dan hampir sepertiga tahun kawasan Jigokudani dapat tertutup salju.

Monyet Jepang yang berada di kawasan tersebut hidup sebagai satwa liar. Mereka bukan hewan yang dipelihara di dalam kandang. Jigokudani didirikan pada 1964 sebagai fasilitas pengamatan perilaku Japanese macaque dengan kondisi lingkungan yang dibuat sedekat mungkin dengan habitat alaminya.

Baca Juga:  Gempa 5,9 Guncang Jepang Dini Hari, Sejumlah Warga Terluka dan Perjalanan Kereta Terganggu

Ketika musim dingin berlangsung, monyet terkadang menggunakan kolam air panas untuk membantu mengatasi suhu dingin. Pemandangan tersebut membuat Jigokudani dikenal luas sebagai salah satu lokasi wisata untuk melihat snow monkey. Japan National Tourism Organization menyebut Desember hingga Maret biasanya menjadi periode terbaik untuk menyaksikan monyet berendam.

Akan tetapi, pengunjung tidak boleh menganggap monyet pasti berada di kolam ketika datang. Pengelola menjelaskan bahwa monyet tidak menggunakan kolam air panas sepanjang hari dan tidak terus-menerus berada di sana sepanjang tahun. Kehadiran mereka dipengaruhi oleh musim dan kondisi lingkungan.

Pada musim gugur, misalnya, sumber makanan di pegunungan lebih melimpah sehingga monyet dapat memilih untuk tidak datang ke area taman setiap hari. Karena itu, pengelola menyediakan perkiraan kemunculan monyet serta informasi kondisi terkini untuk membantu wisatawan menentukan waktu kunjungan.

Baca Juga:  Liburan ke Danau Maninjau, Menikmati Panorama Alam, Kelok 44, dan Puncak Lawang

Perjalanan menuju lokasi juga membutuhkan persiapan. Dari Kanbayashi Onsen, wisatawan harus berjalan kaki melewati kawasan hutan selama sekitar 25 hingga 40 menit. Pada musim dingin, kondisi jalur dapat menjadi licin sehingga sepatu yang sesuai menjadi perlengkapan penting.

Selain mempersiapkan pakaian hangat, wisatawan harus memahami aturan interaksi dengan satwa. Pengunjung dilarang memberi makan atau menyentuh monyet. Menatap mata monyet secara dekat juga tidak dianjurkan karena dapat dianggap sebagai perilaku mengancam. Fotografi diperbolehkan, tetapi penggunaan selfie stick, drone, dan metode pengambilan gambar tertentu yang mengganggu satwa tidak diperbolehkan.

Jigokudani akhirnya bukan hanya destinasi untuk mengejar foto monyet berendam. Tempat ini menghadirkan pengalaman melihat kehidupan satwa liar sekaligus menikmati suasana pegunungan Nagano. Dengan persiapan yang tepat dan sikap menghormati satwa, perjalanan ke Jigokudani dapat menjadi salah satu pengalaman wisata alam paling berkesan di Jepang.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *