Indonesiaku.co – Provinsi Shaanxi kembali menghadapi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak awal pekan membuat puluhan sungai meluap dan memaksa pemerintah melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warga.
Sebanyak 115.756 orang dari 49.925 rumah tangga telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan karena sejumlah daerah berada dalam ancaman banjir, longsor, hingga aliran lumpur akibat tingginya curah hujan.
Wilayah yang mengalami dampak paling besar meliputi Kabupaten Luonan, Tongguan, dan Baihe. Di Kabupaten Luonan, curah hujan tertinggi mencapai 136,4 milimeter sehingga meningkatkan risiko banjir secara signifikan.
Data hidrologi menunjukkan sebanyak 28 sungai mengalami kenaikan debit air. Sebanyak 40 stasiun pemantauan mencatat 47 kejadian puncak banjir, sementara dua stasiun sempat melewati ambang batas peringatan.
Meski permukaan air mulai berangsur turun di beberapa lokasi, ancaman bencana belum sepenuhnya berakhir karena hujan diperkirakan masih berlanjut.
Observatorium Meteorologi Shaanxi menetapkan status peringatan oranye untuk badai hujan dan cuaca konvektif ekstrem. Kondisi tersebut menandakan kemungkinan terjadinya hujan lebat, petir, serta angin kencang masih cukup tinggi.
Dinas Penanggulangan Darurat Provinsi Shaanxi meminta pemerintah daerah mempercepat proses evakuasi warga dari kawasan rawan sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami longsor.
Selain banjir, pemerintah juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi banjir bandang, genangan di wilayah perkotaan, serta aliran lumpur yang dapat mengancam keselamatan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, pemerintah provinsi menggelar rapat koordinasi bersama berbagai instansi untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan optimal.
Koordinasi tersebut meliputi kesiapan personel penyelamat, pemantauan kondisi cuaca, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah berharap seluruh warga tetap mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi apabila diminta meninggalkan lokasi yang dinilai berbahaya.
Dengan cuaca yang masih belum stabil, kewaspadaan seluruh pihak menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang masih mengancam Provinsi Shaanxi.***