Korban Tewas Kebakaran Pub di Bangkok Bertambah Jadi 32 Orang, Belasan Masih Kritis

Indonesiaku.co – Peristiwa kebakaran hebat yang melanda sebuah pub di Distrik Chatuchak, Bangkok, Thailand, kembali menelan korban jiwa.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 32 orang setelah dua korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas Distrik Chatuchak pada Rabu. Berdasarkan data terbaru, selain 32 korban meninggal, sebanyak 73 orang lainnya mengalami luka-luka dengan 15 orang di antaranya masih berada dalam kondisi serius atau kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, perkembangan positif juga terjadi terhadap sebagian korban lainnya. Sebanyak 38 orang yang sebelumnya mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya dinilai membaik oleh tim medis.

Tragedi ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling mematikan yang terjadi di Bangkok dalam beberapa tahun terakhir. Proses penanganan korban masih terus berlangsung, sementara aparat kepolisian bersama tim investigasi melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kebakaran terjadi pada Minggu malam (12/7) di sebuah pub bernama Rong Beer Na Lat Phrao yang berlokasi di Distrik Chatuchak, Bangkok. Saat kejadian berlangsung, lokasi tersebut dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati pertunjukan musik secara langsung.

Baca Juga:  Estonia Perkuat Kerja Sama dengan NATO, Jumlah Pasukan Ditargetkan Naik pada 2027

Menurut keterangan otoritas, kobaran api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh bangunan yang hanya terdiri dari satu lantai. Material bangunan yang mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api sehingga proses evakuasi menjadi sangat sulit dilakukan.

Petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Mereka dilaporkan tiba sekitar tujuh menit setelah kebakaran pertama kali dilaporkan dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.

Meski respons dilakukan dengan cepat, kondisi bangunan yang sudah dipenuhi asap pekat dan api besar menyebabkan banyak korban terjebak di dalam pub. Tim penyelamat kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dan membawa mereka ke sejumlah rumah sakit di Bangkok untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada tahap awal penyelidikan, aparat kepolisian menyampaikan bahwa kebakaran diduga bermula akibat korsleting listrik pada unit pendingin udara atau AC yang terpasang di langit-langit area panggung tempat para musisi tampil.

Hasil investigasi sementara menunjukkan adanya percikan listrik yang kemudian memicu api di bagian atas ruangan. Karena lokasi tersebut menggunakan berbagai material yang mudah terbakar sebagai bagian dari sistem peredam suara, api dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh bangunan.

Baca Juga:  Kebakaran Kantor Biro Kesra Kalteng, Aktivitas Perkantoran Bakal Dipindahkan Sementara

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa bangunan tersebut sebelumnya telah mengalami perubahan fungsi menjadi restoran yang menghadirkan pertunjukan musik secara langsung. Dalam proses renovasi tersebut, digunakan material akustik yang diduga memiliki tingkat kemudahan terbakar cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat api berkembang sangat cepat sehingga waktu bagi para pengunjung untuk menyelamatkan diri menjadi sangat terbatas. Asap tebal yang memenuhi ruangan juga memperburuk situasi dan menghambat proses evakuasi.

Saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan, instalasi pendingin udara, hingga material bangunan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus menentukan apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengelolaan bangunan tersebut.

Di sisi lain, tim medis masih berupaya memberikan penanganan maksimal kepada korban yang mengalami luka bakar serius. Sebanyak 15 korban yang masih berada dalam kondisi kritis terus dipantau secara intensif karena mengalami luka bakar luas maupun gangguan pernapasan akibat menghirup asap saat kebakaran terjadi.

Baca Juga:  Gempa Kumamoto Lumpuhkan Ribuan Rumah, Krisis Air Bersih Masih Menghantui Warga

Otoritas Bangkok juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut. Proses identifikasi korban serta koordinasi dengan keluarga terus dilakukan agar seluruh penanganan berjalan dengan baik.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai keselamatan bangunan publik, khususnya tempat hiburan yang menampung banyak pengunjung. Sistem kelistrikan yang aman, penggunaan material bangunan yang memenuhi standar keselamatan, serta tersedianya jalur evakuasi yang memadai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat.

Pemerintah setempat diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap standar keamanan gedung-gedung hiburan di Bangkok setelah insiden ini. Pemeriksaan terhadap sistem proteksi kebakaran, instalasi listrik, hingga kepatuhan terhadap regulasi keselamatan diperkirakan menjadi fokus utama guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran api. Sementara itu, masyarakat Thailand masih berduka atas tragedi yang merenggut puluhan nyawa dan meninggalkan banyak korban luka dalam salah satu kebakaran paling mematikan di ibu kota negara tersebut.***

 

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *