Indonesiaku.co – Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei resmi berakhir setelah jenazah dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis (9/7) malam waktu setempat. Pengebumian tersebut menjadi penutup rangkaian penghormatan nasional yang berlangsung selama hampir satu pekan dan menarik perhatian masyarakat Iran maupun dunia internasional.
Jenazah Ali Khamenei dimakamkan di aula shalat Dar Al-Dhikr yang berada di dalam kompleks Makam Imam Reza, salah satu tempat suci paling penting bagi umat Muslim Syiah. Kompleks makam tersebut selama ini menjadi tujuan jutaan peziarah dari berbagai negara sehingga memiliki nilai religius dan sejarah yang sangat besar bagi Iran.
Rangkaian prosesi pemakaman dimulai pada Jumat (3/7) di Musalla Besar Teheran. Sejak hari pertama, jutaan warga memenuhi kawasan tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Republik Islam Iran selama puluhan tahun.
Lautan manusia tampak memadati jalan-jalan ibu kota. Banyak pelayat membawa foto Ali Khamenei, bendera Iran, serta spanduk yang berisi doa dan ungkapan belasungkawa. Sebagian masyarakat bahkan datang dari berbagai provinsi untuk mengikuti prosesi secara langsung.
Setelah upacara di Teheran, prosesi penghormatan berlanjut pada Senin (6/7) sebelum jenazah dibawa menuju kota-kota suci lainnya. Pemerintah Iran memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus memberikan penghormatan selama rangkaian pemakaman berlangsung.
Pada Selasa (7/7), prosesi dilaksanakan di Kota Qom dan Masjid Jamkaran. Kedua lokasi tersebut merupakan pusat kegiatan keagamaan penting bagi umat Syiah di Iran sehingga dipilih sebagai bagian dari perjalanan penghormatan terakhir.
Rangkaian penghormatan kemudian berlanjut ke Irak. Pada Rabu (8/7), prosesi serupa digelar di Kota Najaf dan Karbala yang dikenal sebagai dua kota suci bagi umat Syiah. Kehadiran ribuan pelayat di kedua kota tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap sosok Ali Khamenei di luar wilayah Iran.
Puncak acara berlangsung di Mashhad pada Kamis (9/7). Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati kawasan sekitar Makam Imam Reza. Jalan-jalan menuju kompleks makam dipenuhi pelayat yang ingin mengikuti prosesi terakhir sebelum jenazah dimakamkan.
Aparat keamanan dan petugas medis disiagakan untuk mengatur jalannya kegiatan mengingat jumlah masyarakat yang hadir mencapai jutaan orang. Meski dipadati massa, prosesi berlangsung dengan tertib hingga seluruh rangkaian selesai dilaksanakan.
Selain masyarakat Iran, prosesi pemakaman juga dihadiri pejabat politik dari lebih dari 45 negara. Kehadiran delegasi asing menunjukkan besarnya perhatian internasional terhadap peristiwa tersebut.
Tidak hanya itu, lebih dari 90 negara juga mengirimkan cendekiawan dan tokoh agama untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terhadap sosok Ali Khamenei yang selama bertahun-tahun menjadi figur penting dalam politik Timur Tengah.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada 28 Februari 2026 dalam serangan yang terjadi pada hari pertama agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah anggota keluarganya juga dilaporkan menjadi korban.
Kabar wafatnya Ali Khamenei langsung menjadi perhatian dunia internasional. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional dan menyusun rangkaian prosesi penghormatan yang berlangsung di sejumlah kota penting sebelum pemakaman dilaksanakan di Mashhad.
Pemilihan Makam Imam Reza sebagai lokasi pemakaman juga memiliki makna simbolis. Selain menjadi salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran, kawasan tersebut selama ini menjadi pusat ziarah umat Muslim Syiah dari berbagai penjuru dunia.
Selama prosesi berlangsung, masyarakat terlihat memenuhi area sekitar kompleks makam dengan membawa bunga, foto, serta doa untuk mendiang. Banyak pelayat mengaku ingin menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka.
Dengan berakhirnya prosesi pemakaman di Mashhad, Iran resmi menutup seluruh rangkaian penghormatan kepada Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi yang berlangsung selama hampir sepekan tersebut menjadi salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah modern Iran, sekaligus mencerminkan besarnya perhatian masyarakat dan komunitas internasional terhadap sosok yang telah lama memimpin Republik Islam Iran.***